...Apa? Anggap saja kicauan burung kecil diatap rumahmu kemarin yang kau lempari batu..!
Rabu, 15 Maret 2023
16 Maret 2023
Kamis, 10 Oktober 2019
Hentikan drama yang tidak perlu, bantu aku..!
Ketika usiaku 10 tahun, aku ingat saat itu aku pernah menghitung-hitung langkah, berjalan dengan pikiran yang melayang seperti buih yang muncul dari dalam ombak kemudian mengapung diatasnya. Tidak ada keluarga bahkan teman sekalipun, aku sendirian dan entah sudah berapa langkah ku habiskan. Ombak telah menghempaskan kepalaku, membuatnya pecah hingga aku tidak lagi bisa ku ingat.
Lelah, begitu dahaga dan lapar.. Tapi dikiri dan kananku tidak ku temukan tempat pemberhentian apalagi jamuan sedangkan di depan sana juga tidak ku dapati batas yang bisa memaksa berhenti atau sekedar untuk mengistirahatkan kekesalan.
Matahari menjadi semakin pemalu hingga bulan merah menggantikannya. Saat itulah aku sadar bahwa aku masih terlalu kecil untuk bergabung bersama ombak itu sendiri.
Layaknya tanaman beluntas yang tumbuh di depan rumah dan dijadikan pagar pembatas. Entah siapa yang dulu sudah menanamnya, mungkin ibu atau bahkan nenek..? Tapi yg pasti semakin hari aku pun semakin dewasa, hingga pada saat usiaku 18 tahun kembali ku putuskan untuk menemukan sebuah ujung yang dulu pernah ku cari. Tidak seperti 8 tahun sebelumnya, aku justru menyerah lebih cepat..
Tidak bisa dipungkiri bahwa waktu memang telah merubah banyak hal tapi tidak denganku. Bertemu dengan orang-orang baru, tinggal di lingkungan asing, berpisah bahkan ditinggalkan, tentu saja aku pernah mengalaminya. Lagipula usiaku sekarang hampir menginjak kepala tiga, tapi sayangnya aku masih belum mengerti meskipun sudah begitu banyak manis dan pahit yang ku rasakan. Harusnya aku tersadar sejak dua tahun yang lalu, ya, saat ketulusan yang baru ku bangun itu dihancurkan. Tapi begitu semuanya berlalu aku justru ingin mengulang dan memperbaikinya, walau aku sendiri pun tidak yakin bahwa ada yang salah dengan itu..
Rasa sakit, dikhianati, dibohongi, aku muak dengan semuanya! Begitu juga dengan drama yang tidak perlu, harusnya bisa ku hentikan!
Mengertilah, aku ingin bahagia tanpa harus merasakan ketidakwajaran.. Bantu aku, tolong, jangan biarkan sang waktu menarikku kembali ke masa itu! Masa ketika aku berusia 10 tahun..
Karena jika itu terjadi lagi diusiaku yang sekarang maka ku pastikan aku akan benar-benar menghilang, menyatu bersama ombak atau bahkan hancur bersamanya.
Kamis, 20 Oktober 2016
Hampir satu tahun hubungan ini saya jalani, entah saya harus bahagia atau apa, saya rasa bahwa semua ini harus terus saya jalani seiring diri yang semakin hari harus dipastikan menjadi lebih baik. Tentu saja cinta yang terus bertumbuh inilah yang akan merubah semuanya..
Dulu, yang saya tahu kamu adalah manusia sederhana yang membawa banyak semangat untuk saya. Dan saya merasa waktu itu saya satu-satunya orang yang berbaring di hangat dadamu, tapi waktu yang tidak pernah berbohong telah membuka mata saya, waktu telah memperkenalkan saya dengan orang lain yang tidak hanya sekedar berbaring di sampingmu.
Barangkali jika waktu memperlihatkan segalanya lebih awal mungkin saya tidak akan pernah mau menjadi pacarmu, tapi semua sudah terjadi seperti mawar yang terlanjur merekah. Masa indah namun akun layu juga.. Terlebih ketika saya tahu bahwa kamu masih mencintainya..
Saya cukup tahu diri, sayang.. Saya bukan manusia yang bisa mengajakmu duduk hangat di kursi merah dengan sajian manisnya. Saya bukan manusia yang bisa mengajakmu berada di ruang besar dengan sajian layar yang lebar. Saya bukan manusia itu sedangkan saya lihat kamu begitu membutuhkannya. Saya hanya punya cinta untuk diberikan, tapi saya malu.. Saya takut kamu tidak akan bahagia dengan itu.. Iya, saya cuma punya cinta. Jadi bijaksanalah!
Sumpah, saya tidak mengharapkan banyak.. Saya hanya ingin kamu menjaga perasaan ini dan tegaslah..
Berikan saya posisi yang jelas..
Belajar setia muli dari sekarang bukan nanti dan dengan orang yang baru.
Minggu, 15 Mei 2016
Hmmmm
Pergi! Jika yang didapat hanya sekedar rasa sakit
Tapi bertentangan dengan apa yang mereka katakan, momentum terburuknya adalah ketika kita bertahan padahal rumit. Tapi tidakkah kamu tau, semua itu adalah bentuk kecil dari keindahan.
Sekarang apa yang kamu inginkan, sayang?
Jenis dari rindu yang bisa mengubahmu menjadi air setelah sumbu yang dihidupkan telah dilemparkan ke dalamnya?
Aku bisa berubah! Jadi, garis bawahilah..
Tapi aku memerlukanmu, sayang.. Karena kamu harus membantuku menentukan pilihan; bukan mengacuhkanku
Tapi bukan berarti kamu harus tinggal; aku yakin kamu paham akan maksudku ini
Jangan menggantungku hanya karena kamu takut bahwa kamu tidak akan pernah merasa bergetar.
Itu tidak benar, tidak mungkin.. Karena aku sayang kamu!
Masalah sudah dibentuk, tapi tidakkah kamu tau bahwa penciptaanmu adalah untuk disentuh tangan kemudian dijaga?
Melekat pada tubuh yang menemukan dirinya saat istirahat..
Yang menemukan dirinya diam-diam gemetar ketika kita bersama..
Iya, tangan yang datang dengan kata-kata lembut dan mulut yang jujur..
Mulut yang menyebut namamu dengan cara yang terdengar seperti definisi cinta sejati yang sangat halus..
Jadi jangan diambil kurangnya
Jangan diambil jika hanya setengah
Karena cintaku sudah benar-benar memenuhi semuanya
Sayang, apakah kamu ingat?
Bukankah sudah ku katakan sebelumnya..
Jika sakit maka pergilah
Jangan khawatir jatuh, percayalah karena kamu akan jatuh cinta berkali-kali.
Kamu akan bergetar kecil seperti lempeng tektonik dengan setiap orang asing yang kamu lihat, dan kamu akan merasa baru.
Carilah, sayang.. Carilah cinta yang bisa membuatmu menjadi lebih baik dan selalu ingin membuatmu bergerak dan tinggal pada detik yang sama seolah waktu terhenti.
Tumbuhlah.. Berkembanglah.. Jika sakit, pergi saja lagi kemudian carilah kembali..
Tapi aku?
Aku masih bernafas, sayang.. Hidup dengan banyak kesakitan dan membawa hati yang rusak.
Tapi walaupun begitu aku akan berjanji padamu bahwa aku akan baik-baik saja.
I LOVE YOU!
Minggu, 08 Mei 2016
Hey, you.. FUCKOFF!
Disaat aku butuh lebih dari sekedar teman bicara, kamu dimana?
Cinta? Sayang? Sialan! Kamu mempermainkanku..!
Aku hanya tidak habis pikir bagaimana bisa kamu melakukannya kepadaku, sebegitu teganya kamu.. Tapi benar, kamu hanya binatang jalang yang hanya ingin distempel baik ditengah-tengah kebusukanmu.. KAMU JAHAT!
Baiklah, ku akui kamu memang bisa memutuskan hubungan, bahkan menurutku kamulah ahlinya. Tapi ingat, hanya sebatas itulah kemampuanmu karena kamu tidak bisa mengakhiriku. Karena aku masih punya harapan untuk bahagia..
Sekarang aku harus melupakanmu, mengabaikan rasa sakit dan kembali bangkit.
Jumat, 06 Mei 2016
Aku hanya seorang pembohong besar, pengecut yang tidak pernah berani berterus terang. Sedangkan dia adalah manusia yang sangat baik, penuh pengharapan dan yang jelas dia adalah cinta yang tabu untukku.
Tapi aku cukup bahagia karena aku sempat mengenalmu walaupun dalam waktu yang singkat.
Harusnya aku marah karena hatiku telah dijadikan tempat bermain, tapi tidak, akulah yang bodoh karena sudah mau mencoba untuk menyayangi yang kemudian hanya membuatku sakit.
Terimakasih.. Aku harap kamu baik-baik saja! Bahagia selalu..
Aku sayang kamu!
Minggu, 01 Mei 2016
Tuhan, apakah cinta sudah mengutukku?
Sulit rasanya ku cari jalan keluar.. Aku hanya menangis, menyandarkan tubuhku pada dinding kamar, memutar-mutar lagu dengan bahasa yang tidak ku mengerti membuatku semakin bingung.
Apa salahku?
Kenapa aku seolah seperti tempat bermain?
Aku punya hati, aku berhak bahagia. Kenapa seenaknya orang-orang mempermainkanku?
Kenapa dia begitu jahat? Kenapa aku yang harus menjadi korban perasaan?
CUKUP! Aku sudah terlalu sering merasakannya.. AKU MOHON! HENTIKANLAH, TUHAN..
PELUK AKU! Aku hanya ingin menangis.. Menceritakan semua kejadiaan memilukan yang sudah ku alami..
USAP KEPALAKU! Bukankah engkau lihat bahwa ada banyak teriakan di dalamnya?
TOLONG.. AKU MOHON! Aku sangat kacau bahkan sudah hampir tidak mengenali diri sendiri..
Aku malu, aku malu, tolong.. Aku ingin marah..
TOLONG!Aku mohon tolong aku.. Hentikan air mataku, aku lemah sekarang..
TUHAN! Engkau dimana? Panggillah aku, ajaklah aku..
Aku sunnguh akan menyerah jika keadaannya terus menerus seperti ini.. Aku bosan dan aku lelah..
Aku tau engkau tau bahwa aku pernah mencoba untuk mengakhiri hidup, tapi dulu engkau menyelamatkanku.. Dan sekarang, haruskah ku lakukan lagi?
Rasa ini sangat mengerikan..! Aku bisa apa sekarang? Aku hanya menangis.. Ingin ku habiskan semua air mataku sekarang, tapi aku ingat sudah berapa pekan aku menangis tapi rasanya masih sangat menyakitkan.
Aku malu! Kenapa aku begitu bodoh?
Aku kesal dan begitu kotor sekarang.. Tapi meskipun begitu izinkan hatiku, ikhlaskan, biarkan aku memaafkan diriku, biarkan aku memaafkan mereka. Mereka tidak bersalah melainkan akulah yang salah. Karena cinta sudah terlanjur mengutukku..
Selasa, 26 April 2016
Apa kabar, cinta?
Tapi kamu sudah pergi, aku benar kan?

Dengan waktu yang singkat itu aku mengenalmu.. Bagaimana denganmu, sudahkah kamu mengenalku?
Setiap hari aku memikirkanmu, menahan-nahan rindu karena aku tau kamu sangat sibuk dan sulit untuk menyisahkan waktu untukku. Tapi kadang aku cukup bahagia dengan beberapa ucapan yang kamu kirimkan via messenger facebook atau pesan singkat dari whatsapp. Meskipun begitu, aku tetap menaruh harapan untuk waktu, waktu untuk kita bisa bertemu dan menghabiskannya berdua.
Kamu apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja.. Semoga Tuhan memberikan kesehatan untukmu..
Sekarang aku tidak bisa berharap banyak setelah kejadian tiga hari yang lalu.
Aku sangat menyesal dan hancur, harusnya aku mati saja. Karena sakit ini sangat menyiksa sedangkan aku harus membuka mata dan menahannya setiap waktu dan bahkan ketika aku tidur pun aku merasakannya, karena kamu hadir di mimpiku.
Aku tau aku salah, aku hanya tidak bisa menyakinkan perasaanku dan tidak bisa membaca hatimu apakah kamu serius atau hanya ingin bermain-main dengan hatiku.
Mengertilah.. Aku takut! Aku takut kamu mempermainkanku, aku takut kamu akan meninggalkanku setelah aku benar-benar tidak bisa lagi melepaskanmu.
Tolong.. Sekarang aku setengah gila memikirkanmu..

Yakinkan aku sekali lagi, boleh?
Ajari aku sekali lagi..
Aku ingin menjadi milikmu sampai kamu sendiri yang melepaskanku..
Aku sudah terlanjur sayang, bahkan sekarang aku sudah tidak memikirkan diriku lagi. Aku kacau!
Tapi jika kamu ingin aku pergi maka aku akan pergi.. Dan sebelum aku pergi tolong katakan terlebih dahulu bahwa kamu tidak mencintaiku. Dengan begitu aku akan tenang dan akan kembali menata hidupku jauh lebih baik lagi. Tapi aku berharap bisa tinggal bersamamu..
I LOVE YOU!
Senin, 25 April 2016
Apakah sudah berakhir?
Kata-kata perpisahan secara tidak langsung sudah kita katakan setelah rasa sayangku semakin besar.
Terimakasih.. Saya kuat! Saya harus membiasakan diri mulai dari sekarang
Kamis, 21 April 2016
Mati
DaN kupastikan tidak ada tetes air mata
Untukmu; yang juga mati dalam diriku
Borgol dari mereka yang takut kehilanganmu sekarang terbuka; namun tidak terlepas
Sentuhan telapak tangan sudah mati
Hujan pun sudah dikeringkan
Sekarang hambar dagingku setengah terbakar
Berteriak? Percuma!
Kudengar mereka memimpikan Tuhan
Tapi bagaimana dengan hatiku?
Sekali lagi; sudah mati!
Tapi aku masih melihat
Mimpi mereka sekarang; debu
Lalu mereka mati lagi dalam diriku
Laut ini sekarang danau
Danau ini sekarang hanya kolam kecil
Dan aku melihat mereka melakukannya; adegan menakutkan
Aku memang dikurung, tapi mereka juga dikunci; api
Sebagian menyentuhku
Tapi aku tetap mati dalam diriku
Teman yang peduli; lilin, namun akan mati juga
Tapi selama hatiku masih memiliki darah
Aku yakin suatu hari nanti Tuhan akan membuatku melihat; aku yang mati dalam diriku
Meskipun sudah kukatakan; Tuhan sudah mati!
Seiring aku yang terus dipermainkan hingga mati; kurasa
Minggu, 17 April 2016
HAHAHAHA, apa kabarmu blog?
Tau belakang ini aku sekusut kasa yang habis dipke? Udah kusut, kumel, bau lagi.
Tapi karena aku udah biasa dikusutin (hiakhiakhiak), ga apa2lah... Mungkin udah takdirku kali ya? Tiap punya hubungan dengan seseorang pasti bakal berakhir tragis, miris meringis2, hehehehehe
Aku sakit banget sebenarnya, pilu cooy..! Tapi masa aku harus lari2an dijalan sambil nangis terus bilang ke orang2; weeeeei aku dimainin lagii! Atau masa aku harus update status di FB? hahahaha, ga kebanyang.. apalagi kalau statusnya gini: Sepi tanpamu cinta, aku galau.. wkwkwkwkwk
Kehilangan dua pacar sekaligus, luar biasa.. Kehilangan teman yang sebenarnya sudah ku anggap saudara, hebat.. Kehilangan pekerjaan, wow.. Hahahahaha dan itu terjadi dalam bulan yang sama. Yuhuu, maret 2016. Hmmmm, kayaknya harus ku catat deh.. hehehe, maret kelabu. Semuanya udah terjadi, aku mau bilang apa juga ya semuanya udah selesai. Yaudalah, kalian pegi aja sana. Makasih buat semuanya!
Aku masih ada harapan kok, lagian yang bikin aku sedih itu bukan kalian dan bukan juga karena aku kehilangan pekerjaan, tapi ada seseorang diluar sana yang lucu dan sering menarik ulur hati, hiahahahahaeehehe
LANJUT ngoceh ya..!
Belakangan aku jadi sering keluar malam. Nyari tempat sepi gitu, gelap2an, tapi ga gelap2 amat sih karena kan aku nongkrongnya di pinggir jalan dekat bandara, depan villa pesona asri Batam. SENDIRI! hahahahaha, tapi asik kok tempatnya. Lumayan buat ngilangin galau, apalagi kalau battre handphone mencukupi buat diajak nongkrong, hehehe jadinya ga terlalu kepikiran sama masalah yang ada. Intinya gitu, aku cuma mau ngelupain semuanya, maksudku semua masalahku, bukan kamu yang ingin aku lupain karena biar gimana pun juga aku tetap sayang sama kamu. Aku harap kita bisa mulai lagi dariawal tanpa perlu membahas masalalu.. Bisa ga ya? Kita lupain semuanya!
Hampir tiap malam aku galau, mirisnya lagi adalah aku jadi lupa waktu.. Kadang sampai jam3 pagi baru pulang. Kebayang kan gimana rasanya? Dingin! Sedingin hatiku sekarang, hehehehehe, nggak kok, masih anget, coba aja diraba.. Ga kasian samaku? Masa kamu mau ninggalin aku juga? Sebenarnya aku udah mulai nutup diri buat orang lain termasuk pacarku sendiri biar bisa bareng sama kamu. Toh kamu kok yg bikin aku happy, aku ga munafik, benar. Aku udah coba buat nyibukin diri, tapi ga berhasil, malah aku makin ingat kamu.. hehehe, jujur sih aku sebenarnya mau ngindar dari siapapun tapi nyatanya ga bisa, kamu menarik sih.. hiaaaaaa
NGERTI GA? Aku cuma menghibur diri sendiri, aku ga mau sedih cuma gara2 hal sepeleh.. Kamu juga! Tolong jaga aku ya.. Aku udah terlanjur sayang!
Ni aku lagi di kamar, ngopi sambil makan buah salak, hehehaha, cocok ga? Mataku sakit, tapi nanggung banget kalo mau tidur, sebab aku mau numpahin semua isi hati dulu. hehe
Kamu tau, cinta?
Aku tidak pernah dan sungguh tidak akan memaksakan cinta, karena aku memang seperti ini. Aku keras kepala, aku memang emosional, tempramen, ceroboh dan kadang bersikap kekanak-kanakan. Tapi, cinta.. Dibalik itu semuanya bahkan ketika aku diam sekalipun sebenarnya aku menyimpan begitu banyak kepedulian terhadapmu yang aku sendiri tidak dapat menghitungnya. Entah bagaimana ini semua bisa terjadi yang pasti aku tidak pernah mau tau karena aku memang menyayangimu.
Benar! Mungkin aku memang bodoh karena tidak pernah bisa mengungkapkan cinta, tapi entahlah.. Mungkin aku hanya takut terluka apalagi jika harus mengingat bahwa dulu aku pernah hampir mati karena cinta itu sendiri. Tapi untukmu, aku menaruh begitu banyak harapan.
Setiap hari sejak pertemuan itu aku semakin sibuk meyakinkan diriku apakah benar kamu orangnya, beberapa hari berlalu bahkan bulan, saat itulah aku mulai mengerti bahwa ada yang tengah bermekaran.
Lagi-lagi aku tidak akan memaksakan cinta.. Sekarang aku hanya mencoba menguatkan diriku, membuka hati jauh lebih dalam lagi, mengenal cinta lebih jauh dari yang pernah orang-orang baca, tentang suka dukanya dan apapun itu yang menyangkut cinta. Mengertilah! Aku mau belajar! Maka ajari aku..
Dan satu hal lagi yang perlu kamu ketahui bahwa kamu harus bersabar untukku, karena seperti yang ku jelaskan bahwa aku sedikit berbeda dan aneh. Jadi cobalah untuk mengerti dan semuanya akan baik-baik saja.
Sekarang terserah padamu, lagipula aku akan pergi cepat atau lambat. Tapi itu semua tergantung kamu, cinta.. Kamulah yang akan membuatku memilih nantinya, menentukan hidupku, menjauh dari kota kecil yang memuakkan ini. Aku tau aku harus berubah, jadi aku harus pergi jika memang Batam hanya bisa memberikan kesedihan. Karena jujur aku lebih baik dicambuk bahkan dibakar sekalian daripada aku harus menahan sakit karena perasaan cinta.
Minggu, 06 Maret 2016
BERAKHIR SEPERTI APA?
entah seperti apa awalnya; entah
entah apa yang sudah ku lakukan hingga semuanya terasa seperti bulan penuh yang dilempari batu kemudian setengah terbelah
Bagian lain mengatakan; aku merindukanmu, sungguh
bagaian yang lainnya lagi mengatakan; tidak, ini salah
Bukan karena dipencarian aku menemukanmu, bukan, bahkan untuk itu tidak ada alasan sejenisnya. Tapi apa yang kita jalani inilah yang terkutuk.. Kadang ini semua ingin ku tanyakan langsung kepada Tuhan.
Kita sudah bermain, dan benar saja, aku menikmatinya, semuanya termasuk konsekuensinya.
Disisi lain, jika harus bicara soal cinta aku yakin inilah cinta sesungguhnya. Karena ketika kebanyakan orang baru membaca saat itu kita sudah mengerti, sudah saling menjaga, tidak melihat status dan tentu saja tidak seperti kebanyakan orang yang duduk berdua di beranda yang sama kemudian saling melempar si merah berbentuk bulan yang setengah. Karena kitalah cinta itu..
...Tapi, akhir-akhir ini semuanya berbeda. Entah apakah hanya aku yang merasakannya; entah
Yang pasti semuanya ku tahu berawal indah, dan bagaimana akhirnya nanti aku harus siap. Karena memang pada dasarnya kita sudah memulai sesuatu yang salah.
Tapi meskipun begitu aku tidak pernah mengingikan akhir yang pada akhirnya akan membuat kita terluka..
Kamis, 25 Februari 2016
Terimakasih
Terimakasih, karena setiap hari setalah perkenalan itu kamu sudah mau membalas semua pesan chat yang ku kirim..
Terimakasih, karena setiap aku malu untuk mengucapkan selamat pagi, siang, dan malam, terimakasih karena kamu sudah mengucapkan lebih dulu..
Terimakasih atas apa yang sudah kamu janjikan..
Terimakasih karena kamu berani menjalin hubungan denganku..
Terimakasih, aku terkadang bersikap kasar dan kamu memaafkanku..
Terimakasih, karena kamu sudah merindukanku..
Terimakasih karena kamu mengizinkanku membalas rindumu..
Pertemuan kedua, ketiga, dan selanjutnya.. Terimakasih karena sudah berani memutuskan untuk mengambil langkah serius denganku.. Terimakasih
Maaf, aku tidak menuntut apapun darimu. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa setelah itu terjadi, hari itu aku menyukaimu..
Terimakasih untuk segalanya, semoga apa yang kamu harapkan dapat sejalan denganku hingga kita berdua kelak akan menggapai harapan itu bersama-sama. Amiin
Kamis, 04 Februari 2016
ZHI YOU WO ZHI NI SHI NAN DE WO YE AI
Saat ini, cinta yang saya tau masih begitu sulit.. Tapi dibalik itu ada sesuatu yang membuat saya merasa begitu spesial. Hmmmmm?
Menahan-nahannya, menyeangkan! Ada begitu banyak perasaan yang membingungkan dan tidak bisa dijelaskan.
Setiap malam disaat akan tidur sesuatu yang aneh selalu berhasil menarik perhatian. Di atap sana saya menatap, di langit-langit kamar.
Pagi yang dingin, pikiran-pikiran kotor mulai bermunculan hingga pada tarikan nafas dalam yang pertama dihirup, semuanya berakhir penuh bunga.
Panas yang menyengat, jam-jam sibuk semua orang berlalu lalang, lagi-lagi entah mengapa mereka semua terlihat tidak normal. Sayalah yang baik-baik saja, mereka semua gila.
Sore hari ketika melihat ke garisan yang nampak berwarna jingga, saat itu pasti ada ketenangan, kegembiraan karena hampir berhasil melewati hari dengan tidak ada kekhawatiran samasekali.
Kegelapan, disanalah sebenarnya teman hingga terlelap dan harus berhadapan dengan hari esok.
Hmmmmm, cukup menyenangkan jika kita tau cara menikmatinya.. Keanehan yang ditakdirkan hanyalah bentuk kecil dari kasih sayang Tuhan untuk kita, saya pribadi dan kamu. Nikmatilah..
Hmmmmm, entah bagaimana ini bermula.. Yang jelas saat saya ingat saya sudah seperti ini. Tidak pernah bisa menjelaskan tapi sedikit tindakan pasti dapat menggambarkan. Siapa saya dan untuk apa saya..
Hari-hari berlalu dan sampai saat ini saya baik-baik saja, walaupun sebenarnya ada hasrat ingiin memiliki tapi saya yakin saya mampu melawannya. Dan ngomong-ngomong masalah rasa, apakah ada yang tau bagaimana rasanya?
Diatas sudah saya jelaskan bahwa rasanya cukup aneh dan sulit untuk dijelakan. Bisa menjadi penderitaan karena bisa menyiksa, namun bisa juga sebaliknya, yaitu bisa menjadi kesenangan tanpa batas. Hanya jika tau cara bersyukur..
Apa yang akan dihadapi, apa resikonya, semuanya sudah jelas.. Tidak perlu menyibukkan diri agar orang sekitar bisa menerima, tapi biarkanlah semuanya terjadi sesuai skenario dan biarkan cinta yang bekerja.
Cinta begitu kuat, hanya cinta kitalah yang kuat, cinta tertangguh yang pernah ada sepanjang sejarah. Yang tidak ada batas, tidak ada alat untuk mengukur kadarnya, karena cinta kita adalah kejujuran..
Tidak perlu memikirkan apa yang akan dilakukan besok, minggu depan, bulan depan, dan tahun depan. Nikmati saja detik ini.. Biarkan semuanya terjadi dan tutuplah kedua telinga jika perlu.. Karena cinta ini tidak perlu mendengar, cinta hanya perlu melihat ke depan bahwa ada sosok yang akan selalu memberikan kebahagian tak terbatas. Karena telinga hanyalah salah satu indra yang lemah, seseorang bahkan sekelompok orang bisa menghancurkan cinta melalui itu, jadi tutuplah. Rasakan saja dan lihat apa yang dimiliki.. CINTA! Dia berada di hadapan, sedang tersenyum tanpa rasa kaku sedikit pun..
ZHI YOU WO ZHI NI SHI NAN DE WO YE AI
Rabu, 30 Desember 2015
2015
Kehilangan sahabat,
mendapatkan teman baru kemudian dilupakan,
merasakan kehangatan dari seseorang yang begitu spesial lalu ditinggalkan,
hmmmm,
menelan banyak kebohongan dan menutupi kejujuran, and many more.
Tapi tidak, bukan itu yang akan saya ceritakan disini, melainkan about love. Yeah I think so..
Saya mulai mengingat....... Tidak ada yang begitu menarik untuk dibahas disini kecuali pada akhir oktober bulan lalu.
Bulan itu adalah akhir oktober 2015, saat itu adalah saat ketika hasrat cinta saya benar-benar sedang diuji, saya dipertemukan dengan seseorang yang membuat saya separuh mati ketika dia menikamkan penolakan setelah saya sudah mengorbankan segalanya termasuk uang. Berhari-hari saya menderita karenanya, berhari-hari saya berada dalam kekalutan yang parah hingga saya memutuskan untuk sedikit menjadi nakal dan mencari seseorang yang bisa menggantikan posisinya.
Waktu yang berubah gelap, setiap jam pada saat itu rasanya adalah api, dan hingga saya menemukannya, ya, pengganti. Saya bangkit!
Saya berikan kepada sang pengganti itu gelar malaikat, karena saya pikir memang pantas ia gelar sebab ia adalah sang penyelamat, penyembuh rasa sakit dari seseorang yang sudah menjatuhkan saya serendah-rendahnya.
Hari-hari berlalu begitu saja dan tanpa sadar rasa sakit yang saya rasakan hampir tidak saya rasakan lagi, dan karena itu saya harus berterimakasih kepadamu oh my angel. Engkau adalah sebenar-benarnya penyalamat pada waktu itu.. Tapi walaupun begitu, maafkan saya wahai malaikat karena saya sudah terlanjur bersumpah untuk terus berjalan dan mencari orang-orang baru tanpa henti, saya sudah terlanjur memutuskan untuk tidak pernah bermain dengan perasaan lagi. Dan karena itulah saat ini saya menjalin begitu banyak hubungan dengan beberapa orang yang berbeda. Maaf dan terimakasih, saya akui engkau sudah banyak membatu wahai malaikat tapi engkau harus tahu bahwa saya sudah terlanjur rusak, dan engkau juga harus mengerti keadaan ini dan percayalah bahwa masih ada sisi baik dari saya yang belum tersentuh oleh siapapun.
Entah sampai kapan saya akan seperti ini, ya sudahlah.. Lagipula hari-hari baru mau tidak mau akan saya jalani. Hmmmm, sebenarnya saya sudah terlalu menikmati.. Bayangkan saja, dalam 1bulan yakni di bulan November saja saya sudah dekat dengan 3orang sekaligus dan dalam waktu yang sama. And now Desember pun akan berakhir.. Dan asal tahu saja, saat ini tidak lagi 3 orang melaikan sudah lebih dari 5 orang yang statusnya sudah saya ikat kuat dan itu juga termasuk engkau wahai malaikat. Damn! I love them.. Saya benar-benar sudah menikmati semuanya dan saya benar-benar bahagia karena itu.. Really!
Satu yang saya khawatirkan adalah tentang pribadi saya ini, saya takut kelak saya tidak dapat lagi menggunakan perasaan dan akan terus-teruskan bermain. Resikonya adalah dengan atau tanpa sengaja saya akan menyakiti banyak orang.. Dan yang pasti semakin lama maka saya akan semakin over, menjadi sosok yang mengerikan dan kemudian akan dihukum karena saya sudah bermain-main dengan cinta.
Oh, god.. Help me with my problems, i dont want to be like this.. Please, help me!
Jumat, 20 November 2015
TOLONG, JANGAN JAUHI SAYA.
Sebenarnya saya sangat marah atas apa yang sudah terjadi. Memecah bukit yang tidak jauh dari rumah, menguras laut diujung komplek perumahan yang membosankan ini, saya ingin meluapkan semuanya, emosi yang sudah berkobar seharian ini. Tapi apalah daya, saya lemah..
Malam sudah mulai pergi, langit mulai memuntahkan cahayanya, angin pun mulai berhembus dingin yang menandakan waktu fajar akan segera tiba. Tapi bagaimana dengan saya?
Saya dipenuhi kebingungan, hati masih setia bersembunyi dibalik kekalutan yang memuakkan. Saya harus bagaimana? Tolong bantu saya, kawan..
Sehari dan beberapa hari sebelumnya saya bisa mengatakan saya baik-baik saja, tapi tidak untuk hari ini karena saya sangat berantakan sekali. Bagaimana dengan besok? Saya bisa saja mati!
Menghibur diri dengan banyak koleksi lagu_lagu manis di handphone saya, membalas banyak daftar chatting yang masuk dengan candaan, saya melakukannya seharian hanya agar saya terlihat baik-baik saja dan tidak tengah mengalami guncangan.
Oh, Tuhan.. Saya bukan manafik! Saya tidak bisa menutupi ini.. SAYA TULUS, SAYA MENARUH IBA TERHADAPNYA, SAYA MENGANNGGAPNYA SUDAH SEPERTI SAUDARA SAYA SENDIRI. Saya ingin dia bahagia tanpa harus mengorbankan apapun.. Biarlah saya yang menderita.. Saya tau, Tuhan.. Dia tidak ingin dikasihani, tapi tolong buat dia mengerti bahwa saya tulus.
Tapi apa yang terjadi? Dia salah mengartikan semuanya.. Padahal saya sangat tulus ingin membantu, mencari jalan keluar hingga dia benar-benar bisa terbebas dari pahitnya dunia yang sebenarnya sudah saya rasakan.
Saya sedih.. Apa kesalahan yang sudah saya lakukan? Oh, my bro.. Please 4give me, i just want u to be aware. and I never wanna hear u say; "begitulah adanya.."
Saya tidak pernah melarangmu untuk melakukan apapun. Saya juga tidak pernah membatasi ruang gerakmu. Karena saya tau diri sepenuhnya.. Saya manusia hina lagi berdosa, manusia kotor lagi bodoh, jadi saya mohon mengertilah.. Jangan perlakukan saya seperti ini!
TOLONG!
Saya lemah, jika terus-terusan seperti ini maka saya bisa mati..
Saya sudah cukup sakit, bagaimana mungkin kau bisa melalukan ini?
Saya bingung, sungguh.. Jadi bisakah kau jelaskan semuanya? Alasan kenapa kau ingin menjauhi saya..
Apakah saya tidak cukup pandai untukmu?
Apakah saya tidak cukuup kaya bagimu?
Apakah saya salah jika saya menaruh perhatian lebih terhadapmu?
Apakah saya terlalu hina hingga saya tidak boleh menerangimu?
Apalah benar jika saya ini kau anggap manusia murahaan?
Jelaskan!
Saya akan menerima semuanya.. Saya akan berusaha untuk mengerti apapun keadaannya.
Tapi meskipun begitu, tolong jangan jauhi saya.
Saya juga mohon mengertilah bahwa saya memang sakit. Meskipin demikian tapi saya tidak berharap untuk sembuh, karena saya akan menikmati ini untuk waktu yang lama dan mungkin tak terbatas apapun.
Maaf..
Rabu, 11 November 2015
SAYA MAAFKAN ; dan SAYA KECEWA
Sebelumnya tidak ada yang perlu diingat untuk beberapa bulan maupun tahun kebelakang. Saya rasa cukup saya pikirkan apa yang harus saya lakukan kedepannya, itu saja. Sisanya Tuhan yang akan kerjakan..
Tentang kekecawaan
Tentang kepercayaan yang begitu mudahnya ia khianati
Tentang kepedulian
Tentang rasa ketika saya benar-benar tulus lalu dianggap seperti tidak pernah malakukan kebaikan apapun
Saya memafkan, begitulah yang saya katakan. Bahkan sudah saya tanamkan pada diri saya jauh sebelum saya menulis ini. Bahwa ketika saya sakit karena kecewa dan semua keburukan saya harus bisa memaafkan, setidaknya memaafkan diri sendiri atas segala kesalahan kerana kebodohan saya.
Jujur, saya sangat sedih.. Saya sudah berusaha untuk terus memposisikan diri di sebaik-baiknya posisi untuk teman dan semua orang terdekat saya, tapi nyatanya adalah saya telah dikecewakan. Tidak habis pikir memang, tapi apalah yang mau dikata jika memang seperti itulah faktanya. Saya sangat kecewa dengan sikap teman-temannya saya..
Beberapa hari bahkan bulan sudah berlalu.. Mungkin mereka lupa atas apa yang sudah mereka perbuat, tapi saya sampai detik ini tidak pernah terlepas dari sakitnya dikecewakan. Seperti terus membawa bara api dalam genggaman, setiap saat.
Saya memaafkanmu, jadi pergilah karena saya akan bangkit.
Selasa, 30 Juni 2015
Saya sakit, jadi saya diam..
Bagaimana bisa dia mengucapkan kata-kata yang begitu menyaktkan?
...hmmmm, mungkin saat dia mengatakan sesuatu yang buruk iitu hatinya sedang ia tinggalkan jauh dibelakang rumah. Entahlah..
Lebaran tiba, saat itu saya ingat jalas dulu ada salah seorang teman yang mengajak saya berkunjung ke rumah orangtua dari pemilik mulut kotor itu. Silaturrahmi, yaa saya menerima ajakannya..
Setibanya di rumah orangtua si mulut kotor, yang saya ingat saat itu saya tidak banyak berbicara. Bahkan hidangan yang dihidangkan saat itu-pun tidak saya sentuh sedikitpun. Berdosakah saya?
Saya terlalu sakit untuk memaafkan, tapi walaupun begitu saya tetap berterimakasih kepada Tuhan bahwa sungguh ia sudah memberitahu saya siapa mereka sebenarnya sebeleum ia memberitahu teman-teman saya yang lain.
Saat itu sebenarnya saya sangat malu pada diri saya sendiri, berjam-jam duduk di satu ruangan yang sama tanpa berbicara. Saya menundukkan kepala dan berkelana mengikuti apa yang ada dipikiran saya; kosong,. mungkin saat itu semua orang yang ada disana termasuk teman saya berpikir bahwa saya adalah tipe orang yang benar-benar pemalu, jadi wajar jika saya bersikap seperti itu..
Padahal kenyataannya saya sudah teralu kecewa dan sakit hati..
Beberapa tahun sudah berlalu, tapi kejadian yang begitu menyakitkan saya dulu tidak pernah bisa saya lupakkan..
Sekarang, jauh dari rumah dan keluarga saya bertahan. Terus mencoba mematahkan apa yang sudah orang-orang katakan. Sebenarnya saya ingn pulang, tapi saya takut saya akan sakit lagi, lalu mati..
Disini, ditempat yang sebenarnya tidak saya inginkan ini saya dipertemukan lagi oleh Tuhan dengan si pemilik mulut kotor.. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak pernah suka apapun yang dia ucapkan, bahkan ketika ia memanggil nama saya sekalipun.
Sebisanya saya selalu menghindar, membiarkann banyak orang menngira-ngira bahwa saya sombong lagi angkuh. Tapi sebenarnya tidak, saya hanya mencoba untuk melupakan apa yang sudah pernah dia lakukan kepada saya.
Oh, Tuhan.. Biarkan mereka tau apa yang sebenarnya sudah saya alami.. Tentang kesakitan ini ketika saya harus menyimpannnya jauh dari banyak telinga yang sebenarnya perlu mendengarnya.
Selasa, 23 Juni 2015
MUHASABAH CINTA ORANGTUA
Ya Allah, bagi-Mu segala puja
Ya Allah, bagi-Mu kami persembahkan kesyukuran, keindahan, cinta, dan segalanya untuk-Mu...
Ya Allah, sampaikanlah shalawat dan salam kami kepada teladan kami, kekasihmu, Rasulullah saw...
sampaikan juga kepada keluarga, para sahabat beliau...
dan jadikan kami sebagai pengikut beliau yang kelak berjumpa dengan beliau di surga-Mu...
Ya Allah, ya Al-Ghafar ya Ar-Rahim, wahai Zat yang Maha Pengampun dan Penyayang...
Ampunilah dosa kami dan dosa kedua orangtua kami,
sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangi, mendidik, merawat kami sewaktu kecil, saat ini dan selama-lamanya...
Ya Allh, Engkau Maha Mengetahui, betapa diri ini tak mampu membalas jasa, perjuangan dan cinta orangtua kami...
Maka hanya Engkau yang paling mengerti membalas kedua orangtua kami...
Hanya kasih sayang-Mu yang kuasa membalas kasih sayang mereka...
Ya Ar-Rahman ya Ar-Rahim, kami akui, kami tidak seperti yang Engkau perintahkan dalam ayat-ayat-Mu...
Ya Allah, kami mengakui, betapa kami biasa tidak pandai berterimakasih kepada orangtua kami...
Tidak pantas menyulam ikatan cinta kepada mereka...
Tak sesuai melukis kasih sayang untuk mereka...
Tak berarti mempersembahkann kebaikan kepada mereka...
Tak ada daftar berarti dari kebaikan, bakti kami kepada mereka...
Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, mampukanlah kami selalu merendahkan suara kami bagi mereka,
Kuasakan kami dapat mempercatik tutur kata kami di depan mereka, seperti yang Engkau perintahkan, bahkan sampai ada kata ''ah'' untuk mereka...
Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, sebagaimana Engkau lembutkan hati para Nabi, lembutkanlah hati kami untuk mereka...
Waha Zat yang tidak ada susah untuk-Mu, lunakkanlah sikap kami terhadap mereka...
Tundukkanlah kepongahan kami di hadapan mereka...
Matikanlah kesombongan kami keada mereka.. dan
Lembutkanla hati kami untuk mereka...
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami balasan yang terbaik
Atas kesabaran didikan mereka kepada kami...
Atas ketekunan merawat kami...
Atas air mata yang dicucurkan atas kenakalan kami..
Atas kasih sayang yang mereka limpahkan kepada kami..
Kami mohon ya Allah, balaslah dengan pahala yang besar
Peliharalah mereka sebagaimana mereka memelihara kami...
Jaga mereka dari kejahatan setan dan makhluk-Mu...
Ya Allah, ampunilah kami...
Yang membalas kasih sayang mereka dengan beban perintah dan tuntutan
Padahal sudah rapuh pundak mereka memikul beban,
Yang membalas didikan mereka dengan makian dan teriakan
Padahal telah keriput jasad mereka memikirkan kami
Yang membalas mereka dengan acuhan dan ketidakpedulian
Padahal mereka butuh cinta, butuh apresiasi, butuh ceria, canda dan tawa
Ya Allah, sadarkanlah nurani dan pikiran kami...
Kala harus pergi meninggalkan mereka
Untuk selalu ada rindu pulang untuk mereka
Terangkan dan sejukkanlah jiwa kami
Kala menerima harap dan permintaan mereka
Untuk selalu memenuhi dengan tulus ikhlas
Kuatkanlah tekad kami...
Kala mereka sudah tak kuat menannggung hidup...
Untuk selalu ada di samping mereka...
Tundukkanlah kepala kami...
Kala kami merasa besar, merasa sukses
Untuk bersimpuh di telapak kaki mereka
Karena surga di bawah telapak kaki mereka
Ya Allah, jadikalah mereka ridha, sehingga Engkau ridha
Jadikanlah mereka cinta kepada kami, sehingga lahir keajaiban-keajaiban-Mu
Jadikan mereka ikhlas kepada kami, sehingga bermunculan sukses karunia-Mu
Jadikanlah mereka tersenyum kepada kami, sehingga bersemayam karunia hidup bahagia dari-Mu
Jadikanlah mereka bangga kepada kami, sehingga berpamitan tak kembali dari kami murka-Mu
Jadikan mereka senang dengan kami, sehingga nikmat kami ditambah oleh-Mu
Jadikan mereka separuh kami, sehingga bersama kami payung rahmat dan inayah-Mu
Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, mohon dengan sangat, mohon dengan asmu-Mu yang agung dan sempurna...
Kabulkanlah do'a kami..
...Amin
Senin, 22 Juni 2015
LEBARAN IDUL FITRI; Antara bayangan rumah limas dan sesuatu yang enggan saya patahkan
Saya rasa ada sesuatu yang saya terus bangun disini agar tetap tegar, setidaknya agar terlihat kuat dengan segala rasa rindu yang ada.
Tentang iring-iringan langkah kaki menuju tempat dimana gema takbir dikumandangkan; semuanya, wajah yang berseri-seri berkumpul disana, aula dan beranda masjid yang sedikit sempit namun penuh kelapangan.
Tentang sajadah ketika sapu tangan tertinggal di samping bantal semalam; selalu saja sajadah, menutup dan yang menyembunyikan segala keharuan, membuat diri tegar namun beberapa yang peka tetap tidak bisa dibohongi.
Tentang jabat tangan; yang saya buru pertama kali adalah tangan-tangan layu lagi rapuh, seolah ayahlah pemiliknya dan saya menjabat dan menciumnya penuh hormat.
Tentang perjalanan menuju rumah selepas melakukan ibadah, selalu saja ibu-lah yang tiba terlebih dalu; ketika saya tiba, saat itulah momen dimana saya akan berjabat tangan dengan wanita termanis yang tuhan ciptakan untuk saya. Saat itu pasti ada air mata yang pura-pura tidak saya lihat..
Saya ingin pulang di lebaran tahun ini, saya ingin selalu merayakannya bersama keluarga dan teman-teman saya. Tapi ada alasan yang tidak bisa saya sebutkan mengapa saya bertahan disini..
Hari ini adalah hari kelima saya berpuasa di bulan ramadhan tahun ini, rasanya cukup menyakitkan ketika saya harus melaksanakan ibadah sahur dan berbuka seorang diri, jauh di perantauan. Namun bukan saya namanya jika saya tidak bisa mengatasi ini.. Saya tau engkaulah Tuhan yang selalu merencanakan hal-hal baik dan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan, itulah sebabnya saya bisa bertahan selama ini..
Tapi meskipun begitu saya tetaplah manusia biasa, ketika saya harus dihadapkan dengan rasa rindu yang teramat maka saya akan menangis. Mengingat satu persatu wajah yang jauh dari pandangan..
Satu lagi, sebenarnya tahun ini saya ingin sekali bertemu dengan salah seorang teman saya yag ada di kampung halaman saya, yakni Palembang. Kabarnya sekarang dia tengah sibuk, ada yang mengatakan dia sedang barada di luar kota, beberapa mengatakan dia berada di Jambi. Entah..





