Bagaimana bisa selama ini saya bertahan, entahlah..
Saya rasa ada sesuatu yang saya terus bangun disini agar tetap tegar, setidaknya agar terlihat kuat dengan segala rasa rindu yang ada.
Saya rasa ada sesuatu yang saya terus bangun disini agar tetap tegar, setidaknya agar terlihat kuat dengan segala rasa rindu yang ada.
Tentang waktu ketika semangkuk sup hangat yang saya nikmati di pagi hari selepas subuh; ada kebersamaan yang hangat lagi penuh kegembiraan menyambut pagi nan penuh berkah.
Tentang iring-iringan langkah kaki menuju tempat dimana gema takbir dikumandangkan; semuanya, wajah yang berseri-seri berkumpul disana, aula dan beranda masjid yang sedikit sempit namun penuh kelapangan.
Tentang sajadah ketika sapu tangan tertinggal di samping bantal semalam; selalu saja sajadah, menutup dan yang menyembunyikan segala keharuan, membuat diri tegar namun beberapa yang peka tetap tidak bisa dibohongi.
Tentang jabat tangan; yang saya buru pertama kali adalah tangan-tangan layu lagi rapuh, seolah ayahlah pemiliknya dan saya menjabat dan menciumnya penuh hormat.
Tentang perjalanan menuju rumah selepas melakukan ibadah, selalu saja ibu-lah yang tiba terlebih dalu; ketika saya tiba, saat itulah momen dimana saya akan berjabat tangan dengan wanita termanis yang tuhan ciptakan untuk saya. Saat itu pasti ada air mata yang pura-pura tidak saya lihat..
Tentang iring-iringan langkah kaki menuju tempat dimana gema takbir dikumandangkan; semuanya, wajah yang berseri-seri berkumpul disana, aula dan beranda masjid yang sedikit sempit namun penuh kelapangan.
Tentang sajadah ketika sapu tangan tertinggal di samping bantal semalam; selalu saja sajadah, menutup dan yang menyembunyikan segala keharuan, membuat diri tegar namun beberapa yang peka tetap tidak bisa dibohongi.
Tentang jabat tangan; yang saya buru pertama kali adalah tangan-tangan layu lagi rapuh, seolah ayahlah pemiliknya dan saya menjabat dan menciumnya penuh hormat.
Tentang perjalanan menuju rumah selepas melakukan ibadah, selalu saja ibu-lah yang tiba terlebih dalu; ketika saya tiba, saat itulah momen dimana saya akan berjabat tangan dengan wanita termanis yang tuhan ciptakan untuk saya. Saat itu pasti ada air mata yang pura-pura tidak saya lihat..
Oh, Tuhan.. Begitu kacaunya perasaan saya saat ini...
Saya ingin pulang di lebaran tahun ini, saya ingin selalu merayakannya bersama keluarga dan teman-teman saya. Tapi ada alasan yang tidak bisa saya sebutkan mengapa saya bertahan disini..
Hari ini adalah hari kelima saya berpuasa di bulan ramadhan tahun ini, rasanya cukup menyakitkan ketika saya harus melaksanakan ibadah sahur dan berbuka seorang diri, jauh di perantauan. Namun bukan saya namanya jika saya tidak bisa mengatasi ini.. Saya tau engkaulah Tuhan yang selalu merencanakan hal-hal baik dan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan, itulah sebabnya saya bisa bertahan selama ini..
Tapi meskipun begitu saya tetaplah manusia biasa, ketika saya harus dihadapkan dengan rasa rindu yang teramat maka saya akan menangis. Mengingat satu persatu wajah yang jauh dari pandangan..
Satu lagi, sebenarnya tahun ini saya ingin sekali bertemu dengan salah seorang teman saya yag ada di kampung halaman saya, yakni Palembang. Kabarnya sekarang dia tengah sibuk, ada yang mengatakan dia sedang barada di luar kota, beberapa mengatakan dia berada di Jambi. Entah..
Saya ingin pulang di lebaran tahun ini, saya ingin selalu merayakannya bersama keluarga dan teman-teman saya. Tapi ada alasan yang tidak bisa saya sebutkan mengapa saya bertahan disini..
Hari ini adalah hari kelima saya berpuasa di bulan ramadhan tahun ini, rasanya cukup menyakitkan ketika saya harus melaksanakan ibadah sahur dan berbuka seorang diri, jauh di perantauan. Namun bukan saya namanya jika saya tidak bisa mengatasi ini.. Saya tau engkaulah Tuhan yang selalu merencanakan hal-hal baik dan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan, itulah sebabnya saya bisa bertahan selama ini..
Tapi meskipun begitu saya tetaplah manusia biasa, ketika saya harus dihadapkan dengan rasa rindu yang teramat maka saya akan menangis. Mengingat satu persatu wajah yang jauh dari pandangan..
Satu lagi, sebenarnya tahun ini saya ingin sekali bertemu dengan salah seorang teman saya yag ada di kampung halaman saya, yakni Palembang. Kabarnya sekarang dia tengah sibuk, ada yang mengatakan dia sedang barada di luar kota, beberapa mengatakan dia berada di Jambi. Entah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar