Rabu, 15 Maret 2023

16 Maret 2023

Sekarang pukul 2.17am, dini hari. Saat aku mulai menyampaikan sesuatu padamu..
Aku masih belum bisa tidur, memikirkan sesuatu yg sulit, mencoba mengalihkan tapi aku sendirian dan ini berat. Aku tau kau tidak bisa membantuku, tapi dengan begini mungkin waktu akan lebih cepat berlalu.
Aku tidak ingin bertanya apapun, tentang mengapa ini bisa terjadi dan kenapa, tentang bagaimana aku bisa keluar, tentang seberapa kuat aku bisa melawati ini. Tidak! Aku seperti berada di jalan buntu, berbagai masalah ku hadapi dan kepalaku hampir tidak bisa lagi berpikir. Mungkin aku butuh partner, seseorang yg bisa memberiku support, tapi siapa yg mau berteman denganku jika keadaan ku begini. 

Kamis, 10 Oktober 2019

Hentikan drama yang tidak perlu, bantu aku..!

 Ada yang bilang bahwa perjalan tidak dimulai ketika kita dilahirkan dan tidak berakhir pada kematian. Anak-anak tangga, lorong sempit, gang kotor bahkan trotoar jalan pun tidak memiliki ujung, dan aku percaya..

Ketika usiaku 10 tahun, aku ingat saat itu aku pernah menghitung-hitung langkah, berjalan dengan pikiran yang melayang seperti buih yang muncul dari dalam ombak kemudian mengapung diatasnya. Tidak ada keluarga bahkan teman sekalipun, aku sendirian dan entah sudah berapa langkah ku habiskan. Ombak telah menghempaskan kepalaku, membuatnya pecah hingga aku tidak lagi bisa ku ingat.
Lelah, begitu dahaga dan lapar.. Tapi dikiri dan kananku tidak ku temukan tempat pemberhentian apalagi jamuan sedangkan di depan sana juga tidak ku dapati batas yang bisa memaksa berhenti atau sekedar untuk mengistirahatkan kekesalan.
Matahari menjadi semakin pemalu hingga bulan merah menggantikannya. Saat itulah aku sadar bahwa aku masih terlalu kecil untuk bergabung bersama ombak itu sendiri.
Layaknya tanaman beluntas yang tumbuh di depan rumah dan dijadikan pagar pembatas. Entah siapa yang dulu sudah menanamnya, mungkin ibu atau bahkan nenek..? Tapi yg pasti semakin hari aku pun semakin dewasa, hingga pada saat usiaku 18 tahun kembali ku putuskan untuk menemukan sebuah ujung yang dulu pernah ku cari. Tidak seperti 8 tahun sebelumnya, aku justru menyerah lebih cepat..
Tidak bisa dipungkiri bahwa waktu memang telah merubah banyak hal tapi tidak denganku. Bertemu dengan orang-orang baru, tinggal di lingkungan asing, berpisah bahkan ditinggalkan, tentu saja aku pernah mengalaminya. Lagipula usiaku sekarang hampir menginjak kepala tiga, tapi sayangnya aku masih belum mengerti meskipun sudah begitu banyak manis dan pahit yang ku rasakan. Harusnya aku tersadar sejak dua tahun yang lalu, ya, saat ketulusan yang baru ku bangun itu dihancurkan. Tapi begitu semuanya berlalu aku justru ingin mengulang dan memperbaikinya, walau aku sendiri pun tidak yakin bahwa ada yang salah dengan itu..
Rasa sakit, dikhianati, dibohongi, aku muak dengan semuanya! Begitu juga dengan drama yang tidak perlu, harusnya bisa ku hentikan!
Mengertilah, aku ingin bahagia tanpa harus merasakan ketidakwajaran.. Bantu aku, tolong, jangan biarkan sang waktu menarikku kembali ke masa itu! Masa ketika aku berusia 10 tahun..
Karena jika itu terjadi lagi diusiaku yang sekarang maka ku pastikan aku akan benar-benar menghilang, menyatu bersama ombak atau bahkan hancur bersamanya.

Kamis, 20 Oktober 2016

Saya bingung.. Iya, harusnya saya segera berlari sekencang mungkin ketika saya merasakan ketidaknyamanan. Tapi faktanya saya bertahan, mencoba lagi dan kemudian ketidaknyamanan itu terulang.. Saya kecewa!
Hampir satu tahun hubungan ini saya jalani, entah saya harus bahagia atau apa, saya rasa bahwa semua ini harus terus saya jalani seiring diri yang semakin hari harus dipastikan menjadi lebih baik. Tentu saja cinta yang terus bertumbuh inilah yang akan merubah semuanya..

Dulu, yang saya tahu kamu adalah manusia sederhana yang membawa banyak semangat untuk saya. Dan saya merasa waktu itu saya satu-satunya orang yang berbaring di hangat dadamu, tapi waktu yang tidak pernah berbohong telah membuka mata saya, waktu telah memperkenalkan saya dengan orang lain yang tidak hanya sekedar berbaring di sampingmu.
Barangkali jika waktu memperlihatkan segalanya lebih awal mungkin saya tidak akan pernah mau menjadi pacarmu, tapi semua sudah terjadi seperti mawar yang terlanjur merekah. Masa indah namun akun layu juga.. Terlebih ketika saya tahu bahwa kamu masih mencintainya..
Saya cukup tahu diri, sayang.. Saya bukan manusia yang bisa mengajakmu duduk hangat di kursi merah dengan sajian manisnya. Saya bukan manusia yang bisa mengajakmu berada di ruang besar dengan sajian layar yang lebar. Saya bukan manusia itu sedangkan saya lihat kamu begitu membutuhkannya. Saya hanya punya cinta untuk diberikan, tapi saya malu.. Saya takut kamu tidak akan bahagia dengan itu.. Iya, saya cuma punya cinta. Jadi bijaksanalah!

Sumpah, saya tidak mengharapkan banyak.. Saya hanya ingin kamu menjaga perasaan ini dan tegaslah..
Berikan saya posisi yang jelas..
Belajar setia muli dari sekarang bukan nanti dan dengan orang yang baru.

Minggu, 15 Mei 2016

Hmmmm

Tinggalkan! Jika cintaku menyakitimu

Pergi! Jika yang didapat hanya sekedar rasa sakit

Tapi bertentangan dengan apa yang mereka katakan, momentum terburuknya adalah ketika kita bertahan padahal rumit. Tapi tidakkah kamu tau, semua itu adalah bentuk kecil dari keindahan.

Sekarang apa yang kamu inginkan, sayang?
Jenis dari rindu yang bisa mengubahmu menjadi air setelah sumbu yang dihidupkan telah dilemparkan ke dalamnya?
Aku bisa berubah! Jadi, garis bawahilah..
Tapi aku memerlukanmu, sayang.. Karena kamu harus membantuku menentukan pilihan; bukan mengacuhkanku
Tapi bukan berarti kamu harus tinggal; aku yakin kamu paham akan maksudku ini
Jangan menggantungku hanya karena kamu takut bahwa kamu tidak akan pernah merasa bergetar.
Itu tidak benar, tidak mungkin.. Karena aku sayang kamu!

Masalah sudah dibentuk, tapi tidakkah kamu tau bahwa penciptaanmu adalah untuk disentuh tangan kemudian dijaga?
Melekat pada tubuh yang menemukan dirinya saat istirahat..
Yang menemukan dirinya diam-diam gemetar ketika kita bersama..
Iya, tangan yang datang dengan kata-kata lembut dan mulut yang jujur..
Mulut yang menyebut namamu dengan cara yang terdengar seperti definisi cinta sejati yang sangat halus..

Jadi jangan diambil kurangnya
Jangan diambil jika hanya setengah
Karena cintaku sudah benar-benar memenuhi semuanya

Sayang, apakah kamu ingat?
Bukankah sudah ku katakan sebelumnya..
Jika sakit maka pergilah

Jangan khawatir jatuh, percayalah karena kamu akan jatuh cinta berkali-kali.
Kamu akan bergetar kecil seperti lempeng tektonik dengan setiap orang asing yang kamu lihat, dan kamu akan merasa baru.
Carilah, sayang.. Carilah cinta yang bisa membuatmu menjadi lebih baik dan selalu ingin membuatmu bergerak dan tinggal pada detik yang sama seolah waktu terhenti.
Tumbuhlah.. Berkembanglah.. Jika sakit, pergi saja lagi kemudian carilah kembali..

Tapi aku?
Aku masih bernafas, sayang.. Hidup dengan banyak kesakitan dan membawa hati yang rusak.
Tapi walaupun begitu aku akan berjanji padamu bahwa aku akan baik-baik saja.
I LOVE YOU!

Minggu, 08 Mei 2016

Hey, you.. FUCKOFF!

Tengah malam seperti ini aku masih sibuk membahagiakan diri.. Bagaimana tidak, kamu sudah membuatku kecewa dengan segala sifat dan sikapmu.
Disaat aku butuh lebih dari sekedar teman bicara, kamu dimana?
Cinta? Sayang? Sialan! Kamu mempermainkanku..!
Aku hanya tidak habis pikir bagaimana bisa kamu melakukannya kepadaku, sebegitu teganya kamu.. Tapi benar, kamu hanya binatang jalang yang hanya ingin distempel baik ditengah-tengah kebusukanmu.. KAMU JAHAT!
Baiklah, ku akui kamu memang bisa memutuskan hubungan, bahkan menurutku kamulah ahlinya. Tapi ingat, hanya sebatas itulah kemampuanmu karena kamu tidak bisa mengakhiriku. Karena aku masih punya harapan untuk bahagia..

Sekarang aku harus melupakanmu, mengabaikan rasa sakit dan kembali bangkit.

Jumat, 06 Mei 2016

Banyak hal sudah ku korbankan hanya demi cinta yang sebenarnya hanya akan membuang lebih banyak lagi waktuku.. Ayolah, bangkit..! Fokus!
Aku hanya seorang pembohong besar, pengecut yang tidak pernah berani berterus terang. Sedangkan dia adalah manusia yang sangat baik, penuh pengharapan dan yang jelas dia adalah cinta yang tabu untukku.

Tapi aku cukup bahagia karena aku sempat mengenalmu walaupun dalam waktu yang singkat.
Harusnya aku marah karena hatiku telah dijadikan tempat bermain, tapi tidak, akulah yang bodoh karena sudah mau mencoba untuk menyayangi yang kemudian hanya membuatku sakit.
Terimakasih.. Aku harap kamu baik-baik saja! Bahagia selalu..
Aku sayang kamu!

Minggu, 01 Mei 2016

Tuhan, apakah cinta sudah mengutukku?

Aku harus apa?
Sulit rasanya ku cari jalan keluar.. Aku hanya menangis, menyandarkan tubuhku pada dinding kamar, memutar-mutar lagu dengan bahasa yang tidak ku mengerti membuatku semakin bingung.
Apa salahku?
Kenapa aku seolah seperti tempat bermain?
Aku punya hati, aku berhak bahagia. Kenapa seenaknya orang-orang mempermainkanku?
Kenapa dia begitu jahat? Kenapa aku yang harus menjadi korban perasaan?
CUKUP! Aku sudah terlalu sering merasakannya.. AKU MOHON! HENTIKANLAH, TUHAN..
PELUK AKU! Aku hanya ingin menangis.. Menceritakan semua kejadiaan memilukan yang sudah ku alami..
USAP KEPALAKU! Bukankah engkau lihat bahwa ada banyak teriakan di dalamnya?
TOLONG.. AKU MOHON! Aku sangat kacau bahkan sudah hampir tidak mengenali diri sendiri..
Aku malu, aku malu, tolong.. Aku ingin marah..
TOLONG!Aku mohon tolong aku.. Hentikan air mataku, aku lemah sekarang..
TUHAN! Engkau dimana? Panggillah aku, ajaklah aku..
Aku sunnguh akan menyerah jika keadaannya terus menerus seperti ini.. Aku bosan dan aku lelah..
Aku tau engkau tau bahwa aku pernah mencoba untuk mengakhiri hidup, tapi dulu engkau menyelamatkanku.. Dan sekarang, haruskah ku lakukan lagi?
Rasa ini sangat mengerikan..! Aku bisa apa sekarang? Aku hanya menangis.. Ingin ku habiskan semua air mataku sekarang, tapi aku ingat sudah berapa pekan aku menangis tapi rasanya masih sangat menyakitkan.
Aku malu! Kenapa aku begitu bodoh?
Aku kesal dan begitu kotor sekarang.. Tapi meskipun begitu izinkan hatiku, ikhlaskan, biarkan aku memaafkan diriku, biarkan aku memaafkan mereka. Mereka tidak bersalah melainkan akulah yang salah. Karena cinta sudah terlanjur mengutukku..

Bagaimana? Foto ini ku ambil langsung dari webcam, aku masih cukup manis kan? Semoga bisa ku temukan malaikatku lagi..

Selasa, 26 April 2016

Apa kabar, cinta?

Aku memang punya satu nama tapi tidak dengan cerita.. Karena ada begitu banyak hal yang ingin ku kisahkan, maukah kamu mendengarnya?
Tapi kamu sudah pergi, aku benar kan? 

Dengan waktu yang singkat itu aku mengenalmu.. Bagaimana denganmu, sudahkah kamu mengenalku?
Setiap hari aku memikirkanmu, menahan-nahan rindu karena aku tau kamu sangat sibuk dan sulit untuk menyisahkan waktu untukku. Tapi kadang aku cukup bahagia dengan beberapa ucapan yang kamu kirimkan via messenger facebook atau pesan singkat dari whatsapp. Meskipun begitu, aku tetap menaruh harapan untuk waktu, waktu untuk kita bisa bertemu dan menghabiskannya berdua.

Kamu apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja.. Semoga Tuhan memberikan kesehatan untukmu..
Sekarang aku tidak bisa berharap banyak setelah kejadian tiga hari yang lalu.
Aku sangat menyesal dan hancur, harusnya aku mati saja. Karena sakit ini sangat menyiksa sedangkan aku harus membuka mata dan menahannya setiap waktu dan bahkan ketika aku tidur pun aku merasakannya, karena kamu hadir di mimpiku.
Aku tau aku salah, aku hanya tidak bisa menyakinkan perasaanku dan tidak bisa membaca hatimu apakah kamu serius atau hanya ingin bermain-main dengan hatiku.
Mengertilah.. Aku takut! Aku takut kamu mempermainkanku, aku takut kamu akan meninggalkanku setelah aku benar-benar tidak bisa lagi melepaskanmu.
Tolong.. Sekarang aku setengah gila memikirkanmu.. 

Yakinkan aku sekali lagi, boleh?
Ajari aku sekali lagi..
Aku ingin menjadi milikmu sampai kamu sendiri yang melepaskanku..
Aku sudah terlanjur sayang, bahkan sekarang aku sudah tidak memikirkan diriku lagi. Aku kacau!

Tapi jika kamu ingin aku pergi maka aku akan pergi.. Dan sebelum aku pergi tolong katakan terlebih dahulu bahwa kamu tidak mencintaiku. Dengan begitu aku akan tenang dan akan kembali menata hidupku jauh lebih baik lagi. Tapi aku berharap bisa tinggal bersamamu..
I LOVE YOU!




Senin, 25 April 2016

Apakah sudah berakhir?

25 APRIL 2016
Kata-kata perpisahan secara tidak langsung sudah kita katakan setelah rasa sayangku semakin besar.
Terimakasih.. Saya kuat! Saya harus membiasakan diri mulai dari sekarang

Kamis, 21 April 2016

Mati

Aku sudah mati di dalam diriku 
DaN kupastikan tidak ada tetes air mata 


Untukmu; yang juga mati dalam diriku 
Borgol dari mereka yang takut kehilanganmu sekarang terbuka; namun tidak terlepas 


Sentuhan telapak tangan sudah mati
Hujan pun sudah dikeringkan
Sekarang hambar dagingku setengah terbakar
Berteriak? Percuma!


Kudengar mereka memimpikan Tuhan
Tapi bagaimana dengan hatiku?
Sekali lagi; sudah mati!


Tapi aku masih melihat
Mimpi mereka sekarang; debu
Lalu mereka mati lagi dalam diriku


Laut ini sekarang danau
Danau ini sekarang hanya kolam kecil
Dan aku melihat mereka melakukannya; adegan menakutkan


Aku memang dikurung, tapi mereka juga dikunci; api
Sebagian menyentuhku
Tapi aku tetap mati dalam diriku


Teman yang peduli; lilin, namun akan mati juga
Tapi selama hatiku masih memiliki darah
Aku yakin suatu hari nanti Tuhan akan membuatku melihat; aku yang mati dalam diriku
Meskipun sudah kukatakan; Tuhan sudah mati!
Seiring aku yang terus dipermainkan hingga mati; kurasa