Aku memang punya satu nama tapi tidak dengan cerita.. Karena ada begitu banyak hal yang ingin ku kisahkan, maukah kamu mendengarnya?
Tapi kamu sudah pergi, aku benar kan?
Dengan waktu yang singkat itu aku mengenalmu.. Bagaimana denganmu, sudahkah kamu mengenalku?
Setiap hari aku memikirkanmu, menahan-nahan rindu karena aku tau kamu sangat sibuk dan sulit untuk menyisahkan waktu untukku. Tapi kadang aku cukup bahagia dengan beberapa ucapan yang kamu kirimkan via messenger facebook atau pesan singkat dari whatsapp. Meskipun begitu, aku tetap menaruh harapan untuk waktu, waktu untuk kita bisa bertemu dan menghabiskannya berdua.
Kamu apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja.. Semoga Tuhan memberikan kesehatan untukmu..
Sekarang aku tidak bisa berharap banyak setelah kejadian tiga hari yang lalu.
Aku sangat menyesal dan hancur, harusnya aku mati saja. Karena sakit ini sangat menyiksa sedangkan aku harus membuka mata dan menahannya setiap waktu dan bahkan ketika aku tidur pun aku merasakannya, karena kamu hadir di mimpiku.
Aku tau aku salah, aku hanya tidak bisa menyakinkan perasaanku dan tidak bisa membaca hatimu apakah kamu serius atau hanya ingin bermain-main dengan hatiku.
Mengertilah.. Aku takut! Aku takut kamu mempermainkanku, aku takut kamu akan meninggalkanku setelah aku benar-benar tidak bisa lagi melepaskanmu.
Tolong.. Sekarang aku setengah gila memikirkanmu..
Yakinkan aku sekali lagi, boleh?
Ajari aku sekali lagi..
Aku ingin menjadi milikmu sampai kamu sendiri yang melepaskanku..
Aku sudah terlanjur sayang, bahkan sekarang aku sudah tidak memikirkan diriku lagi. Aku kacau!
Tapi jika kamu ingin aku pergi maka aku akan pergi.. Dan sebelum aku pergi tolong katakan terlebih dahulu bahwa kamu tidak mencintaiku. Dengan begitu aku akan tenang dan akan kembali menata hidupku jauh lebih baik lagi. Tapi aku berharap bisa tinggal bersamamu..
I LOVE YOU!
Tapi kamu sudah pergi, aku benar kan?

Dengan waktu yang singkat itu aku mengenalmu.. Bagaimana denganmu, sudahkah kamu mengenalku?
Setiap hari aku memikirkanmu, menahan-nahan rindu karena aku tau kamu sangat sibuk dan sulit untuk menyisahkan waktu untukku. Tapi kadang aku cukup bahagia dengan beberapa ucapan yang kamu kirimkan via messenger facebook atau pesan singkat dari whatsapp. Meskipun begitu, aku tetap menaruh harapan untuk waktu, waktu untuk kita bisa bertemu dan menghabiskannya berdua.
Kamu apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja.. Semoga Tuhan memberikan kesehatan untukmu..
Sekarang aku tidak bisa berharap banyak setelah kejadian tiga hari yang lalu.
Aku sangat menyesal dan hancur, harusnya aku mati saja. Karena sakit ini sangat menyiksa sedangkan aku harus membuka mata dan menahannya setiap waktu dan bahkan ketika aku tidur pun aku merasakannya, karena kamu hadir di mimpiku.
Aku tau aku salah, aku hanya tidak bisa menyakinkan perasaanku dan tidak bisa membaca hatimu apakah kamu serius atau hanya ingin bermain-main dengan hatiku.
Mengertilah.. Aku takut! Aku takut kamu mempermainkanku, aku takut kamu akan meninggalkanku setelah aku benar-benar tidak bisa lagi melepaskanmu.
Tolong.. Sekarang aku setengah gila memikirkanmu..

Yakinkan aku sekali lagi, boleh?
Ajari aku sekali lagi..
Aku ingin menjadi milikmu sampai kamu sendiri yang melepaskanku..
Aku sudah terlanjur sayang, bahkan sekarang aku sudah tidak memikirkan diriku lagi. Aku kacau!
Tapi jika kamu ingin aku pergi maka aku akan pergi.. Dan sebelum aku pergi tolong katakan terlebih dahulu bahwa kamu tidak mencintaiku. Dengan begitu aku akan tenang dan akan kembali menata hidupku jauh lebih baik lagi. Tapi aku berharap bisa tinggal bersamamu..
I LOVE YOU!