Rabu, 30 Desember 2015

2015

Pergantian tahun akan segera tiba, yups, tidak terasa selama satu tahun kebelakang saya sudah mengalami begitu banyak kejadiaan yang kebanyakan membuat saya hampir gila.

Kehilangan sahabat,
mendapatkan teman baru kemudian dilupakan,
merasakan kehangatan dari seseorang yang begitu spesial lalu ditinggalkan,
hmmmm,
menelan banyak kebohongan dan menutupi kejujuran, and many more.
Tapi tidak, bukan itu yang akan saya ceritakan disini, melainkan about love. Yeah I think so..
Saya mulai mengingat....... Tidak ada yang begitu menarik untuk dibahas disini kecuali pada akhir oktober bulan lalu.

Bulan itu adalah akhir oktober 2015, saat itu adalah saat ketika hasrat cinta saya benar-benar sedang diuji, saya dipertemukan dengan seseorang yang membuat saya separuh mati ketika dia menikamkan penolakan setelah saya sudah mengorbankan segalanya termasuk uang. Berhari-hari saya menderita karenanya, berhari-hari saya berada dalam kekalutan yang parah hingga saya memutuskan untuk sedikit menjadi nakal dan mencari seseorang yang bisa menggantikan posisinya.
Waktu yang berubah gelap, setiap jam pada saat itu rasanya adalah api, dan hingga saya menemukannya, ya, pengganti. Saya bangkit!
Saya berikan kepada sang pengganti itu gelar malaikat, karena saya pikir memang pantas ia gelar sebab ia adalah sang penyelamat, penyembuh rasa sakit dari seseorang yang sudah menjatuhkan saya serendah-rendahnya.
Hari-hari berlalu begitu saja dan tanpa sadar rasa sakit yang saya rasakan hampir tidak saya rasakan lagi, dan karena itu saya harus berterimakasih kepadamu oh my angel. Engkau adalah sebenar-benarnya penyalamat pada waktu itu.. Tapi walaupun begitu, maafkan saya wahai malaikat karena saya sudah terlanjur bersumpah untuk terus berjalan dan mencari orang-orang baru tanpa henti, saya sudah terlanjur memutuskan untuk tidak pernah bermain dengan perasaan lagi. Dan karena itulah saat ini saya menjalin begitu banyak hubungan dengan beberapa orang yang berbeda. Maaf dan terimakasih, saya akui engkau sudah banyak membatu wahai malaikat tapi engkau harus tahu bahwa saya sudah terlanjur rusak, dan engkau juga harus mengerti keadaan ini dan percayalah bahwa masih ada sisi baik dari saya yang belum tersentuh oleh siapapun.

Entah sampai kapan saya akan seperti ini, ya sudahlah.. Lagipula hari-hari baru mau tidak mau akan saya jalani. Hmmmm, sebenarnya saya sudah terlalu menikmati.. Bayangkan saja, dalam 1bulan yakni di bulan November saja saya sudah dekat dengan 3orang sekaligus dan dalam waktu yang sama. And now Desember pun akan berakhir.. Dan asal tahu saja, saat ini tidak lagi 3 orang melaikan sudah lebih dari 5 orang yang statusnya sudah saya ikat kuat dan itu juga termasuk engkau wahai malaikat. Damn! I love them.. Saya benar-benar sudah menikmati semuanya dan saya benar-benar bahagia karena itu.. Really!

Satu yang saya khawatirkan adalah tentang pribadi saya ini, saya takut kelak saya tidak dapat lagi menggunakan perasaan dan akan terus-teruskan bermain. Resikonya adalah dengan atau tanpa sengaja saya akan menyakiti banyak orang.. Dan yang pasti semakin lama maka saya akan semakin over, menjadi sosok yang mengerikan dan kemudian akan dihukum karena saya sudah bermain-main dengan cinta.
Oh, god.. Help me with my problems, i dont want to be like this.. Please, help me!



Jumat, 20 November 2015

TOLONG, JANGAN JAUHI SAYA.

Saya bingung, entah apa yang harus saya tuliskan disini. Rasanya ingin sekali saya menuliskan namamu, memenuhi layar berukuran 14" milikku ini.
Sebenarnya saya sangat marah atas apa yang sudah terjadi. Memecah bukit yang tidak jauh dari rumah, menguras laut diujung komplek perumahan yang membosankan ini, saya ingin meluapkan semuanya, emosi yang sudah berkobar seharian ini. Tapi apalah daya, saya lemah..
Malam sudah mulai pergi, langit mulai memuntahkan cahayanya, angin pun mulai berhembus dingin yang menandakan waktu fajar akan segera tiba. Tapi bagaimana dengan saya?
Saya dipenuhi kebingungan, hati masih setia bersembunyi dibalik kekalutan yang memuakkan. Saya harus bagaimana? Tolong bantu saya, kawan..
Sehari dan beberapa hari sebelumnya saya bisa mengatakan saya baik-baik saja, tapi tidak untuk hari ini karena saya sangat berantakan sekali. Bagaimana dengan besok? Saya bisa saja mati!
Menghibur diri dengan banyak koleksi lagu_lagu manis di handphone saya, membalas banyak daftar chatting yang masuk dengan candaan, saya melakukannya seharian hanya agar saya terlihat baik-baik saja dan tidak tengah mengalami guncangan.
Oh, Tuhan.. Saya bukan manafik! Saya tidak bisa menutupi ini.. SAYA TULUS, SAYA MENARUH IBA TERHADAPNYA, SAYA MENGANNGGAPNYA SUDAH SEPERTI SAUDARA SAYA SENDIRI. Saya ingin dia bahagia tanpa harus mengorbankan apapun.. Biarlah saya yang menderita.. Saya tau, Tuhan.. Dia tidak ingin dikasihani, tapi tolong buat dia mengerti bahwa saya tulus.
Tapi apa yang terjadi? Dia salah mengartikan semuanya.. Padahal saya sangat tulus ingin membantu, mencari jalan keluar hingga dia benar-benar bisa terbebas dari pahitnya dunia yang sebenarnya sudah saya rasakan.
Saya sedih.. Apa kesalahan yang sudah saya lakukan? Oh, my bro.. Please 4give me, i just want u to be aware. and I never wanna hear u say; "begitulah adanya.."

Saya tidak pernah melarangmu untuk melakukan apapun. Saya juga tidak pernah membatasi ruang gerakmu. Karena saya tau diri sepenuhnya.. Saya manusia hina lagi berdosa, manusia kotor lagi bodoh, jadi saya mohon mengertilah.. Jangan perlakukan saya seperti ini!
TOLONG!
Saya lemah, jika terus-terusan seperti ini maka saya bisa mati..

Saya sudah cukup sakit, bagaimana mungkin kau bisa melalukan ini?
Saya bingung, sungguh.. Jadi bisakah kau jelaskan semuanya? Alasan kenapa kau ingin menjauhi saya..

Apakah saya tidak cukup pandai untukmu?
Apakah saya tidak cukuup kaya bagimu?
Apakah saya salah jika saya menaruh perhatian lebih terhadapmu?
Apakah saya terlalu hina hingga saya tidak boleh menerangimu?
Apalah benar jika saya ini kau anggap manusia murahaan?
Jelaskan!

Saya akan menerima semuanya.. Saya akan berusaha untuk mengerti apapun keadaannya.
Tapi meskipun begitu, tolong jangan jauhi saya.
Saya juga mohon mengertilah bahwa saya memang sakit. Meskipin demikian tapi saya tidak berharap untuk sembuh, karena saya akan menikmati ini untuk waktu yang lama dan mungkin tak terbatas apapun.
Maaf..

Rabu, 11 November 2015

SAYA MAAFKAN ; dan SAYA KECEWA

Sebelumnya tidak ada yang perlu diingat untuk beberapa bulan maupun tahun kebelakang. Saya rasa cukup saya pikirkan apa yang harus saya lakukan kedepannya, itu saja. Sisanya Tuhan yang akan kerjakan..

Tentang kekecawaan
Tentang kepercayaan yang begitu mudahnya ia khianati
Tentang kepedulian
Tentang rasa ketika saya benar-benar tulus lalu dianggap seperti tidak pernah malakukan kebaikan apapun

Saya memafkan, begitulah yang saya katakan. Bahkan sudah saya tanamkan pada diri saya jauh sebelum saya menulis ini. Bahwa ketika saya sakit karena kecewa dan semua keburukan saya harus bisa memaafkan, setidaknya memaafkan diri sendiri atas segala kesalahan kerana kebodohan saya.
Jujur, saya sangat sedih.. Saya sudah berusaha untuk terus memposisikan diri di sebaik-baiknya posisi untuk teman dan semua orang terdekat saya, tapi nyatanya adalah saya telah  dikecewakan. Tidak habis pikir memang, tapi apalah yang mau dikata jika memang seperti itulah faktanya. Saya sangat kecewa dengan sikap teman-temannya saya..

Beberapa hari bahkan bulan sudah berlalu.. Mungkin mereka lupa atas apa yang sudah mereka perbuat, tapi saya sampai detik ini tidak pernah terlepas dari sakitnya dikecewakan. Seperti terus membawa bara api dalam genggaman, setiap saat.

Saya memaafkanmu, jadi pergilah karena saya akan bangkit.

Selasa, 30 Juni 2015

Saya sakit, jadi saya diam..

Saya ingat beberapa tahun yang lalu saya pernah direndahkan, sebelumnya saya sudah pernah merasakannya tapi yang itu sungguh yang paling buruk. Saya bingung, manusia macam apa dia?
Bagaimana bisa dia mengucapkan kata-kata yang begitu menyaktkan?
...hmmmm, mungkin saat dia mengatakan sesuatu yang buruk iitu hatinya sedang ia tinggalkan jauh dibelakang rumah. Entahlah..
Lebaran tiba, saat itu saya ingat jalas dulu ada salah seorang teman yang mengajak saya berkunjung ke rumah orangtua dari pemilik mulut kotor itu. Silaturrahmi, yaa saya menerima ajakannya..
Setibanya di rumah orangtua si mulut kotor, yang saya ingat saat itu saya tidak banyak berbicara. Bahkan hidangan yang dihidangkan saat itu-pun tidak saya sentuh sedikitpun. Berdosakah saya?
Saya terlalu sakit untuk memaafkan, tapi walaupun begitu saya tetap berterimakasih kepada Tuhan bahwa sungguh ia sudah memberitahu saya siapa mereka sebenarnya sebeleum ia memberitahu teman-teman saya yang lain.
Saat itu sebenarnya saya sangat malu pada diri saya sendiri, berjam-jam duduk di satu ruangan yang sama tanpa berbicara. Saya menundukkan kepala dan berkelana mengikuti apa yang ada dipikiran saya; kosong,. mungkin saat itu semua orang yang ada disana termasuk teman saya berpikir bahwa saya adalah tipe orang yang benar-benar pemalu, jadi wajar jika saya bersikap seperti itu..
Padahal kenyataannya saya sudah teralu kecewa dan sakit hati..

Beberapa tahun sudah berlalu, tapi kejadian yang begitu menyakitkan saya dulu tidak pernah bisa saya lupakkan..
Sekarang, jauh dari rumah dan keluarga saya bertahan. Terus mencoba mematahkan apa yang sudah orang-orang katakan. Sebenarnya saya ingn pulang, tapi saya takut saya akan sakit lagi, lalu mati..

Disini, ditempat yang sebenarnya tidak saya inginkan ini saya dipertemukan lagi oleh Tuhan dengan si pemilik mulut kotor.. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak pernah suka apapun yang dia ucapkan, bahkan ketika ia memanggil nama saya sekalipun.
Sebisanya saya selalu menghindar, membiarkann banyak orang menngira-ngira bahwa saya sombong lagi angkuh. Tapi sebenarnya tidak, saya hanya mencoba untuk melupakan apa yang sudah pernah dia lakukan kepada saya.

Oh, Tuhan.. Biarkan mereka tau apa yang sebenarnya sudah saya alami.. Tentang kesakitan ini ketika saya harus menyimpannnya jauh dari banyak telinga yang sebenarnya perlu mendengarnya.


Selasa, 23 Juni 2015

MUHASABAH CINTA ORANGTUA

Ya Allah, bagi-Mu segala puji
Ya Allah, bagi-Mu segala puja
Ya Allah, bagi-Mu kami persembahkan kesyukuran, keindahan, cinta, dan segalanya untuk-Mu...
Ya Allah, sampaikanlah shalawat dan salam kami kepada teladan kami, kekasihmu, Rasulullah saw...
sampaikan juga kepada keluarga, para sahabat beliau...
dan jadikan kami sebagai pengikut beliau yang kelak berjumpa dengan beliau di surga-Mu...

Ya Allah, ya Al-Ghafar ya Ar-Rahim, wahai Zat yang Maha Pengampun dan Penyayang...
Ampunilah dosa kami dan dosa kedua orangtua kami,
sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangi, mendidik, merawat kami sewaktu kecil, saat ini dan selama-lamanya...
Ya Allh, Engkau Maha Mengetahui, betapa diri ini tak mampu membalas jasa, perjuangan dan cinta orangtua kami...
Maka hanya Engkau yang paling mengerti membalas kedua orangtua kami...
Hanya kasih sayang-Mu yang kuasa membalas kasih sayang mereka...

Ya Ar-Rahman ya Ar-Rahim, kami akui, kami tidak seperti yang Engkau perintahkan dalam ayat-ayat-Mu...
Ya Allah, kami mengakui, betapa kami biasa tidak pandai berterimakasih kepada  orangtua kami...
Tidak pantas menyulam ikatan cinta kepada mereka...
Tak sesuai melukis kasih sayang untuk mereka...

Tak berarti mempersembahkann kebaikan kepada mereka...
Tak ada daftar berarti dari kebaikan, bakti kami kepada mereka...

Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, mampukanlah kami selalu merendahkan suara kami bagi mereka,
Kuasakan kami dapat mempercatik tutur kata kami di depan mereka, seperti yang Engkau perintahkan, bahkan sampai ada kata ''ah'' untuk mereka...
Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, sebagaimana Engkau lembutkan hati para Nabi, lembutkanlah hati kami untuk mereka...

Waha Zat yang tidak ada susah untuk-Mu, lunakkanlah sikap kami terhadap mereka...
Tundukkanlah kepongahan kami di hadapan mereka...
Matikanlah kesombongan kami keada mereka.. dan
Lembutkanla hati kami untuk mereka...

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami balasan yang terbaik
Atas kesabaran didikan mereka kepada kami...
Atas ketekunan merawat kami...
Atas air mata yang dicucurkan atas kenakalan kami..
Atas kasih sayang yang mereka limpahkan kepada kami..
Kami mohon ya Allah, balaslah dengan pahala yang besar
Peliharalah mereka sebagaimana mereka memelihara kami...
Jaga mereka dari kejahatan setan dan makhluk-Mu...

Ya Allah, ampunilah kami...
Yang membalas kasih sayang mereka dengan beban perintah dan tuntutan
Padahal sudah rapuh pundak mereka memikul beban,
Yang membalas didikan mereka dengan makian dan teriakan
Padahal telah keriput jasad mereka memikirkan kami
Yang membalas mereka dengan acuhan dan ketidakpedulian
Padahal mereka butuh cinta, butuh apresiasi, butuh ceria, canda dan tawa

Ya Allah, sadarkanlah nurani dan pikiran kami...
Kala harus pergi meninggalkan mereka
Untuk selalu ada rindu pulang untuk mereka
Terangkan dan sejukkanlah jiwa kami
Kala menerima harap dan permintaan mereka
Untuk selalu memenuhi dengan tulus ikhlas
Kuatkanlah tekad kami...
Kala mereka sudah tak kuat menannggung hidup...
Untuk selalu ada di samping mereka...
Tundukkanlah kepala kami...

Kala kami merasa besar, merasa sukses
Untuk  bersimpuh di telapak kaki mereka
Karena surga di bawah telapak kaki mereka

Ya Allah, jadikalah mereka ridha,  sehingga Engkau ridha
Jadikanlah mereka cinta kepada kami, sehingga lahir keajaiban-keajaiban-Mu
Jadikan mereka ikhlas kepada kami, sehingga bermunculan sukses karunia-Mu
Jadikanlah mereka tersenyum kepada kami, sehingga bersemayam karunia hidup bahagia dari-Mu
Jadikanlah mereka bangga kepada kami, sehingga berpamitan tak kembali dari kami murka-Mu
Jadikan mereka senang dengan kami, sehingga nikmat kami ditambah oleh-Mu
Jadikan mereka separuh kami, sehingga bersama kami payung rahmat dan inayah-Mu

Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, mohon dengan sangat, mohon dengan asmu-Mu yang agung dan sempurna...
Kabulkanlah do'a kami..

...Amin

Senin, 22 Juni 2015

LEBARAN IDUL FITRI; Antara bayangan rumah limas dan sesuatu yang enggan saya patahkan

Bagaimana bisa selama ini saya bertahan, entahlah..
Saya rasa ada sesuatu yang saya terus bangun disini agar tetap tegar, setidaknya agar terlihat kuat dengan segala rasa rindu yang ada.
Tentang waktu ketika semangkuk sup hangat yang saya nikmati di pagi hari selepas subuh; ada kebersamaan yang hangat lagi penuh kegembiraan menyambut pagi nan penuh berkah.
Tentang iring-iringan langkah kaki menuju tempat dimana gema takbir dikumandangkan; semuanya, wajah yang berseri-seri berkumpul disana, aula dan beranda masjid yang sedikit sempit namun penuh kelapangan.
Tentang sajadah ketika sapu tangan tertinggal di samping bantal semalam; selalu saja sajadah, menutup dan yang menyembunyikan segala keharuan, membuat diri tegar namun beberapa yang peka tetap tidak bisa dibohongi.
Tentang jabat tangan; yang saya buru pertama kali adalah tangan-tangan layu lagi rapuh, seolah ayahlah pemiliknya dan saya menjabat dan menciumnya penuh hormat.
Tentang perjalanan menuju rumah selepas melakukan ibadah, selalu saja ibu-lah yang tiba terlebih dalu; ketika saya tiba, saat itulah momen dimana saya akan berjabat tangan dengan wanita termanis yang tuhan ciptakan untuk saya. Saat itu pasti ada air mata yang pura-pura tidak saya lihat..
Oh, Tuhan.. Begitu kacaunya perasaan saya saat ini...

Saya ingin pulang di lebaran tahun ini, saya ingin selalu merayakannya bersama keluarga dan teman-teman saya. Tapi ada alasan yang tidak bisa saya sebutkan mengapa saya bertahan disini..
Hari ini adalah hari kelima saya berpuasa di bulan ramadhan tahun ini, rasanya cukup menyakitkan ketika saya harus melaksanakan ibadah sahur dan berbuka seorang diri, jauh di perantauan. Namun bukan saya namanya jika saya tidak bisa mengatasi ini.. Saya tau engkaulah Tuhan yang selalu merencanakan hal-hal baik dan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan, itulah sebabnya saya bisa bertahan selama ini..
Tapi meskipun begitu saya tetaplah manusia biasa, ketika saya harus dihadapkan dengan rasa rindu yang teramat maka saya akan menangis. Mengingat satu persatu wajah yang jauh dari pandangan..
Satu lagi, sebenarnya tahun ini saya ingin sekali bertemu dengan salah seorang teman saya yag ada di kampung halaman saya, yakni Palembang. Kabarnya sekarang dia tengah sibuk, ada yang mengatakan dia sedang barada di luar kota, beberapa mengatakan dia berada di Jambi. Entah..






Senin, 11 Mei 2015

KAKEK, MAAFKAN SAYA..


...Kakek adalah pendengar yang baik, pendongeng yang baik, dan yang paling penting beliau adalah sahabat yang paling tulus yang Tuhan kirimkan
...Beliau selalu ada untuk tertawa dan bermain bersama cucunya dan bahkan bisa menjadi badut hidung merah jika cucunya meminta
...Kakek adalah sumber dari segala saran; bijak, Berkat usia dan pengalaman
...Dan satu hal yang pasti, cinta kakek adalah harta terunik yang tidak akan pernah terlupakan oleh cucunya. Waktu yang dihabiskan bersama kakek berubah menjadi kenangan berharga yang dilestarikan dalam hati, selamanya ..

TAPI
Bagaimana dengan saya, kek..?
Saya cucumu juga kan, kek..?
Tapi kenapa waktu itu saya samasekali tidak mengenalimu? Saya yang bodoh atau karena engkau yang memang tidak pernah mencoba untuk memberi tahu namamu, bahkan sejak saya masih di kandungan ibu? Berbisiklah, kek.. Bisikkan saja jika memang pada saat itu engkau malu pada nenek yang saat itu engkau ceraikan.

Salah saya apa, kek..?
Bukankah saya cucumu juga, kek..?
Tapi kenapa pada hari ketika saya hampir dewasa saya baru mengenalmu? Saya yang egois atau karena engkau memang tidak pernah mencoba untuk memeriksa keadaan saya, bahkan sejak saya dilahirkan? Katakan,kek.. Agar saya bisa lebih memafkanmu yang sebenarnya sudah saya anggap meninggal belasan tahun yang lalu.

Saya sudah dewasa, kek..
Entah ada berapa banyak cerita bahagia dan haru yang belum engkau dengar dari saya
Entah sudah berapa lama saya berbaring sendiri memecah segala katakutan
Entah pada titik mana saya bertahan dan menyerah ketika saya berhadapan dengan banyak masalah
Entahlah, saya pikir selama ini saya baik-baik saja tanpamu. Jadi pergilah, kek.. Saya sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Keadaan yang mengharuskan saya untuk tetap berjalan dengan dangan satu kaki dan seberat-beratnya beban.

Rasanya saya sudah benar-benar dewasa..
Ada banyak cerita yang saya dapatkan dari ibu, tentangmu. Sebagian mengharuskan saya membencimu dan beberapa bagian kecil lainnya memberitahu saya tentang cara memaafkan.
Beberapa bulan yang lalu engkau meninggal, ibu yang memberitahu saya. Saya tahu waktu ibu berbicara pada saya lewat telepon, ibu sangat sedih. Tapi saya penasaran, kira-kira selama ini apakah engkau merasa kehilangan juga kek? Kehilangan istri dan seorang putri yang cantik..
... Yahhh walaupun sebenarnya saya tahu engkau memang membuang mereka, saya pun kau buang kan?

Tapi ya sudahlah.. Saya yakin nenek sudah memaafkanmu, bahkan sebelum ia meninggal. Ibu juga, ia pasti selalu mendoakanmu, sama seperti saya yang sekarang tidak pernah melupakan al-fatihah untukmu.
Semoga Allah swt mengampunimu dan memberikan surga untukmu. Amin..

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ. 



Rabu, 01 April 2015

...ENTAH..??

...Siapa sangka, ternyata dia-lah judul dari segala sesuatu yang saya lakukan. Dulu ketika saya hampir mati, Tuhan mengirimkannya. Terimakasih, terimakasih..

Pada awalnya semua terlihat sama hingga pada akhirnya satu-persatu dari sekian banyak teriakan di kepala saya menghilang. Tapi saya pikir tidak semuanya, karena saya tahu satu diantaranya masih tetap tinggal, atau bahkan akan menetap dan memainkan perannya sebagai pembunuh yang paling berbahaya.
Saya tidak akan melakukan apapun untuk menghentikannya, saya juga tidak akan merubah sesuatu yang saya pikir memang sudah menjadi ketetapan. Saya hanya menikmati setiap perannya meski-pun saya sendiri masih belum tahu caranya. Tapi saya harus bersyukur..
Dunia memang aneh, harusnya setiap saat saya terus mengucapkan itu di kepala saya, atau bahkan menanamnya, merawatnya hingga tumbuh. Agar kelak ketika saya benar-benar lelah saya bisa tetap berjalan sambil berteriak; ''Hey, that's life....!!!''
Tapi saya tidak bisa melakukan itu, mungkin saya hanya lupa bagaimana cara mengucapkannya. Atau, semua hanya masalah waktu.

Setiap hari hampir setiap detik selalu ada jalan yang bisa dipilih, tapi ketika konsekuensi itu diperlihatkan, saya menolaknya..!
Takut? Tidak! Karena saya punya cara sendiri untuk tertawa.
Tidur sebagai anak berusia 3 s/d 6 tahun.. yaaa
Saya melakukan itu? Saya melakukannya untuk membuang sedikit beban.

...Merasakan tubuh mengambang, merasakan angin dan segala sesuatu yang bercahaya..

...Saya melihat bumi melalui pandangan mata burung, sangat jelas dan konstan sampai akhir..

...Merasa telah diperluas hingga tak terbatas, dalam semua arah dimana ujung alam semesta bertemu..

...Saya merasa setiap atom alam semesta sebagai makhluk belum tersambung, terpisah..

...Merasa berada dipersekutuan dengan zat yang tunggal di alam semesta..

...Sementara pada saat yang sama saya merasakan kekosongan, kekosongan yang dalam, yang ditangguhkan seluruh alam semesta. Ruangan kosong yang terhubung dan didukung segalanya..

...Rasanya seperti tempat dimana kita pergi setelah mati dan sebelum dilahirkan..

...Hmmmm, peacefull.. :)

Saya terus menutup mata, merasakan segala sesuatu yang mungkin akan terjadi besok, lusa, atau sesaat setelah mata terbuka.
Tapi selalu ada yang memaksa bangun, memperdengarkan suara menggelegar dari segala arah. Saya takut, tapi darisitu saya bisa merapal beberapa mantra. Dan kemudian saya berpikir saya harus mendengarnya lagi, saya harus melawannya. Melawan diri sendiri dengan segala kekhawatiran saya..

Saya membuka mata kemudian melihat gambar yang sangat rinci langsung di depan wajah saya. Ada puluhan interkoneksi garis, pola tanpa orientasi terlihat. Pandangan buram bersamaan dengan perasaan saya yang merasa sedang berbaring di jalan menghadap ke bawah melihat aspal. Tidak ada warna terang, hanya warna abu-abu dan hitam.
Apa yang terjadi? Entahlah..
Saya hanya berusaha, apapun itu saya hanya menciptakan surga di kepala saya.
Sampai kapan? Entahlah..
Mungkin sampai saya memahami bahwa semua kehidupan, semua materi, adalah dari esensi yang sama, hanya saja berbeda dalam penampilan. Bahwa pemahaman itu tidak ada di luar kita, tetapi berada di dalam diri kita.

Saya tidak bermeditasi atau melakukan sesuatu hingga menyebabkan hilang kesadaran.
Saya hanya memainkan pikiran, mencoba menyusup ke cela-cela tersempit di-kepala saya. Saya memiliki kontrol sepenuhnya..
Karenanya, saya bisa memastikan jika pagi datang mata saya akan jatuh pada gulma atau rerumputan kecil yang biasa tumbuh di depan rumah, dan saat itu terjaadi rasa kagum akan memenuhi pikiran saya akan keindahan sempurna yang Tuhan berikan.
Saya akan merasa seperti untuk pertama kali melihatnya, tentang kepastian bahwa segala sesuatu di-semua ciptaan memiliki keindahan dan kesempurnaan, tentu saja akan saya dapatkan jika saya melihatnya dengan benar. Karena jika tidak, hal ini akan berlangsung sebentar dan kemudian lagi-lagi biasa; seperti sebelumnya, kemarin atau beberapa tahun yang lalu.
Seolah-olah matahari datang dari balik awan untuk sesaat dan kemudian pergi meninggalkan semua dalam kegelapan lagi. 


Kamis, 19 Maret 2015

Menunggu bukan hal menyenangkan, tapi disinilah kita melatih kesabaran.

...Dalam hubungan..
Semua orang bisa jadi pengacau
Selalu ada sesuatu yang salah dikatakan
Kata-kata menyakitkan
Hati bisa pun hancur
Cinta bisa hilang

Sesuatu yang manis dikatakan
Cinta menjadi nyata
Hati pun menjadi tersentuh
Dua menjadi satu
Perasaan pun akan semakin kuat
Seperti yang ku rasakan sekarang, aku sangat merindukanmu..
Tapi tak-kan ku rusak ini hingga kau yg memintanya langsung..

....hmmm..
Entah kau akan membaca postingan ini atau tidak, biarkan waktu yg akan memberitahu segalanya. Tentang rindu, tentang lirik lagu Air Supply yang akhir-akhir ini sering ku putar. :(

I  Can Wait Forever | Air Supply

When you say, "I miss the things you do"
Saat kau bilang, "Aku rindu semua yang kau lakukan"
I just want to get back close again to you
Aku jadi ingin kembali dekat denganmu lagi
But for now, your voice is near enough
Tapi untuk saat ini, suaramu terdengar cukup dekat
How I miss you and I miss your love
Betapa aku merindukanmu dan aku rindu cintamu
And though all the days that pass me by so slow
Dan meskipun hari-hari berjalan begitu pelan
All the emptiness inside me flows all around
Semua kehampaan di dalam diriku mengalir ke segala penjuru
And there's no way out
Dan tak ada jalan keluar
I'm just thinking so much of you
Aku hanya begitu sering memikirkanmu
There was never any doubt
Tak pernah ada keraguan

CHORUS
I can wait forever if you say you'll be there too
Aku bisa terus menunggu jika kau pasti 'kan datang
I can wait forever if you will
Aku bisa terus menunggu jika kau mau
I know it's worth it all to spend my life alone with you
Aku tahu semua itu sepadan tuk habiskan hidupku hanya denganmu

When it looked as though my life was wrong
Saat rasanya hidupku salah
You took my love and gave it somewhere to belong
Kau ambil cintaku dan kau berikan ke suatu tempat
I'll be here, when hope is out of sight
Aku kan di sini saat asa tak terlihat
I just wish that I were next to you tonight
Aku hanya berharap bahwa aku di sisimu malam ini
And oh, I'll be reaching for you even though
Dan oh, aku kan menggapaimu meskipun
You'll be somewhere else, my love
Kau kan berada di tempat lain, kasih
We'll go like a bird on it's way back home
Kita kan pergi seperti burung yang sedang pulang
I could never let you go
Aku tak pernah bisa melepasmu
And I just want you to know
Dan aku hanya ingin kau tahu

CHORUS
I can wait forever if you say you'll be there too
Aku bisa terus menunggu jika kau pasti 'kan datang
I can wait forever if you will
Aku bisa terus menunggu jika kau mau
I know it's worth it all to spend my life alone with you
Aku tahu semua itu sepadan tuk habiskan hidupku hanya denganmu

Where are you now
Dimanakah kau kini
Along with the thoughts we share?
Dan juga pikiran yang kita bagi bersama?
Keep them strong somehow
Terus kuatkan
And you know I'll always be there
Dan kau tahu akan selalu ada

CHORUS (3x)
I can wait forever if you say you'll be there too
Aku bisa terus menunggu jika kau pasti 'kan datang
I can wait forever if you will
Aku bisa terus menunggu jika kau mau
I know it's worth it all to spend my life alone with you
Aku tahu semua itu sepadan tuk habiskan hidupku hanya denganmu

Jumat, 06 Maret 2015

Halo, apa kabar?

Hai, apa kabar? Sehat selalu ya.. :)
Waktu begitu cepat berlalu ya? Rasanya baru kemarin sore kita menikmati secangkir kopi sachets yg kita beli di warung kecil.
Hmmm, dentingan gelas yg kau aduk, aroma khas kopi bercampur mocca yg harum, kau membuatku rindu..
Aku tau diri sepenuhnya, sekarang kau sangat sibuk dengan urusanmu. Sedangkan aku hanya seperti ini, menghabiskan waktu, mengingat-ingat masa lalu kita.
Tapi tidak ada yg salah kan? Aku hanya rindu.. Yaaaa, tidak ada salahnya juga jika aku ingin bertemu denganmu.
Tapi, lagi-lagi jarak membuat kedua tanganku berpangku pada daguku yg lembab.

Kau tau tidak?
Belakangan ini aku sering sekali mengintip setiap status FB sampai BBMmu.
Tweetmu juga, beberapa membuatku merasuk semakin dalam ke ruang tersempit dikepalaku.
Hehe, tapi maaf ya.. Semua akun sosmed kita yg terhubung sudah ku hapus :(
Bukan karena aku membecimu atau karena kau salah padaku, tapi itu karena aku tidak ingin membuatmu terganggu dengan banyaknya ocehanku yg banyak mengarah tentang perasaanku yg bodoh ini. Hmmm, tentang rindu ketika kau bilang seperti tanah basah.

Waktu bisa  merubah segalanya, kau tau kan?
Tuhan sedang bekerja, kau-pun tau itu kan?
Jadi, mari kita berdoa untuk kebaikan kita..
Disana, kau lalui jalanmu, dan disini aku-pun akan demikian..
Kita harus berjanji pada titik itu kita akan bertemu, menghentikan langkah, membicarakan hari demi hari yg harus kita lewati ketika kita menahan degupan dada nakal yg kesakitan menahan rindu.


..Hmmm
Ya sudahlah, dimana-pun kau berada dan apapun yg sedang kau lakukan, semoga kau baik-baik saja.
I miss you...