Rabu, 01 April 2015

...ENTAH..??

...Siapa sangka, ternyata dia-lah judul dari segala sesuatu yang saya lakukan. Dulu ketika saya hampir mati, Tuhan mengirimkannya. Terimakasih, terimakasih..

Pada awalnya semua terlihat sama hingga pada akhirnya satu-persatu dari sekian banyak teriakan di kepala saya menghilang. Tapi saya pikir tidak semuanya, karena saya tahu satu diantaranya masih tetap tinggal, atau bahkan akan menetap dan memainkan perannya sebagai pembunuh yang paling berbahaya.
Saya tidak akan melakukan apapun untuk menghentikannya, saya juga tidak akan merubah sesuatu yang saya pikir memang sudah menjadi ketetapan. Saya hanya menikmati setiap perannya meski-pun saya sendiri masih belum tahu caranya. Tapi saya harus bersyukur..
Dunia memang aneh, harusnya setiap saat saya terus mengucapkan itu di kepala saya, atau bahkan menanamnya, merawatnya hingga tumbuh. Agar kelak ketika saya benar-benar lelah saya bisa tetap berjalan sambil berteriak; ''Hey, that's life....!!!''
Tapi saya tidak bisa melakukan itu, mungkin saya hanya lupa bagaimana cara mengucapkannya. Atau, semua hanya masalah waktu.

Setiap hari hampir setiap detik selalu ada jalan yang bisa dipilih, tapi ketika konsekuensi itu diperlihatkan, saya menolaknya..!
Takut? Tidak! Karena saya punya cara sendiri untuk tertawa.
Tidur sebagai anak berusia 3 s/d 6 tahun.. yaaa
Saya melakukan itu? Saya melakukannya untuk membuang sedikit beban.

...Merasakan tubuh mengambang, merasakan angin dan segala sesuatu yang bercahaya..

...Saya melihat bumi melalui pandangan mata burung, sangat jelas dan konstan sampai akhir..

...Merasa telah diperluas hingga tak terbatas, dalam semua arah dimana ujung alam semesta bertemu..

...Saya merasa setiap atom alam semesta sebagai makhluk belum tersambung, terpisah..

...Merasa berada dipersekutuan dengan zat yang tunggal di alam semesta..

...Sementara pada saat yang sama saya merasakan kekosongan, kekosongan yang dalam, yang ditangguhkan seluruh alam semesta. Ruangan kosong yang terhubung dan didukung segalanya..

...Rasanya seperti tempat dimana kita pergi setelah mati dan sebelum dilahirkan..

...Hmmmm, peacefull.. :)

Saya terus menutup mata, merasakan segala sesuatu yang mungkin akan terjadi besok, lusa, atau sesaat setelah mata terbuka.
Tapi selalu ada yang memaksa bangun, memperdengarkan suara menggelegar dari segala arah. Saya takut, tapi darisitu saya bisa merapal beberapa mantra. Dan kemudian saya berpikir saya harus mendengarnya lagi, saya harus melawannya. Melawan diri sendiri dengan segala kekhawatiran saya..

Saya membuka mata kemudian melihat gambar yang sangat rinci langsung di depan wajah saya. Ada puluhan interkoneksi garis, pola tanpa orientasi terlihat. Pandangan buram bersamaan dengan perasaan saya yang merasa sedang berbaring di jalan menghadap ke bawah melihat aspal. Tidak ada warna terang, hanya warna abu-abu dan hitam.
Apa yang terjadi? Entahlah..
Saya hanya berusaha, apapun itu saya hanya menciptakan surga di kepala saya.
Sampai kapan? Entahlah..
Mungkin sampai saya memahami bahwa semua kehidupan, semua materi, adalah dari esensi yang sama, hanya saja berbeda dalam penampilan. Bahwa pemahaman itu tidak ada di luar kita, tetapi berada di dalam diri kita.

Saya tidak bermeditasi atau melakukan sesuatu hingga menyebabkan hilang kesadaran.
Saya hanya memainkan pikiran, mencoba menyusup ke cela-cela tersempit di-kepala saya. Saya memiliki kontrol sepenuhnya..
Karenanya, saya bisa memastikan jika pagi datang mata saya akan jatuh pada gulma atau rerumputan kecil yang biasa tumbuh di depan rumah, dan saat itu terjaadi rasa kagum akan memenuhi pikiran saya akan keindahan sempurna yang Tuhan berikan.
Saya akan merasa seperti untuk pertama kali melihatnya, tentang kepastian bahwa segala sesuatu di-semua ciptaan memiliki keindahan dan kesempurnaan, tentu saja akan saya dapatkan jika saya melihatnya dengan benar. Karena jika tidak, hal ini akan berlangsung sebentar dan kemudian lagi-lagi biasa; seperti sebelumnya, kemarin atau beberapa tahun yang lalu.
Seolah-olah matahari datang dari balik awan untuk sesaat dan kemudian pergi meninggalkan semua dalam kegelapan lagi. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar