Senin, 11 Mei 2015

KAKEK, MAAFKAN SAYA..


...Kakek adalah pendengar yang baik, pendongeng yang baik, dan yang paling penting beliau adalah sahabat yang paling tulus yang Tuhan kirimkan
...Beliau selalu ada untuk tertawa dan bermain bersama cucunya dan bahkan bisa menjadi badut hidung merah jika cucunya meminta
...Kakek adalah sumber dari segala saran; bijak, Berkat usia dan pengalaman
...Dan satu hal yang pasti, cinta kakek adalah harta terunik yang tidak akan pernah terlupakan oleh cucunya. Waktu yang dihabiskan bersama kakek berubah menjadi kenangan berharga yang dilestarikan dalam hati, selamanya ..

TAPI
Bagaimana dengan saya, kek..?
Saya cucumu juga kan, kek..?
Tapi kenapa waktu itu saya samasekali tidak mengenalimu? Saya yang bodoh atau karena engkau yang memang tidak pernah mencoba untuk memberi tahu namamu, bahkan sejak saya masih di kandungan ibu? Berbisiklah, kek.. Bisikkan saja jika memang pada saat itu engkau malu pada nenek yang saat itu engkau ceraikan.

Salah saya apa, kek..?
Bukankah saya cucumu juga, kek..?
Tapi kenapa pada hari ketika saya hampir dewasa saya baru mengenalmu? Saya yang egois atau karena engkau memang tidak pernah mencoba untuk memeriksa keadaan saya, bahkan sejak saya dilahirkan? Katakan,kek.. Agar saya bisa lebih memafkanmu yang sebenarnya sudah saya anggap meninggal belasan tahun yang lalu.

Saya sudah dewasa, kek..
Entah ada berapa banyak cerita bahagia dan haru yang belum engkau dengar dari saya
Entah sudah berapa lama saya berbaring sendiri memecah segala katakutan
Entah pada titik mana saya bertahan dan menyerah ketika saya berhadapan dengan banyak masalah
Entahlah, saya pikir selama ini saya baik-baik saja tanpamu. Jadi pergilah, kek.. Saya sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Keadaan yang mengharuskan saya untuk tetap berjalan dengan dangan satu kaki dan seberat-beratnya beban.

Rasanya saya sudah benar-benar dewasa..
Ada banyak cerita yang saya dapatkan dari ibu, tentangmu. Sebagian mengharuskan saya membencimu dan beberapa bagian kecil lainnya memberitahu saya tentang cara memaafkan.
Beberapa bulan yang lalu engkau meninggal, ibu yang memberitahu saya. Saya tahu waktu ibu berbicara pada saya lewat telepon, ibu sangat sedih. Tapi saya penasaran, kira-kira selama ini apakah engkau merasa kehilangan juga kek? Kehilangan istri dan seorang putri yang cantik..
... Yahhh walaupun sebenarnya saya tahu engkau memang membuang mereka, saya pun kau buang kan?

Tapi ya sudahlah.. Saya yakin nenek sudah memaafkanmu, bahkan sebelum ia meninggal. Ibu juga, ia pasti selalu mendoakanmu, sama seperti saya yang sekarang tidak pernah melupakan al-fatihah untukmu.
Semoga Allah swt mengampunimu dan memberikan surga untukmu. Amin..

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar