Kamis, 20 Oktober 2016

Saya bingung.. Iya, harusnya saya segera berlari sekencang mungkin ketika saya merasakan ketidaknyamanan. Tapi faktanya saya bertahan, mencoba lagi dan kemudian ketidaknyamanan itu terulang.. Saya kecewa!
Hampir satu tahun hubungan ini saya jalani, entah saya harus bahagia atau apa, saya rasa bahwa semua ini harus terus saya jalani seiring diri yang semakin hari harus dipastikan menjadi lebih baik. Tentu saja cinta yang terus bertumbuh inilah yang akan merubah semuanya..

Dulu, yang saya tahu kamu adalah manusia sederhana yang membawa banyak semangat untuk saya. Dan saya merasa waktu itu saya satu-satunya orang yang berbaring di hangat dadamu, tapi waktu yang tidak pernah berbohong telah membuka mata saya, waktu telah memperkenalkan saya dengan orang lain yang tidak hanya sekedar berbaring di sampingmu.
Barangkali jika waktu memperlihatkan segalanya lebih awal mungkin saya tidak akan pernah mau menjadi pacarmu, tapi semua sudah terjadi seperti mawar yang terlanjur merekah. Masa indah namun akun layu juga.. Terlebih ketika saya tahu bahwa kamu masih mencintainya..
Saya cukup tahu diri, sayang.. Saya bukan manusia yang bisa mengajakmu duduk hangat di kursi merah dengan sajian manisnya. Saya bukan manusia yang bisa mengajakmu berada di ruang besar dengan sajian layar yang lebar. Saya bukan manusia itu sedangkan saya lihat kamu begitu membutuhkannya. Saya hanya punya cinta untuk diberikan, tapi saya malu.. Saya takut kamu tidak akan bahagia dengan itu.. Iya, saya cuma punya cinta. Jadi bijaksanalah!

Sumpah, saya tidak mengharapkan banyak.. Saya hanya ingin kamu menjaga perasaan ini dan tegaslah..
Berikan saya posisi yang jelas..
Belajar setia muli dari sekarang bukan nanti dan dengan orang yang baru.