Sebelumnya tidak ada yang perlu diingat untuk beberapa bulan maupun tahun kebelakang. Saya rasa cukup saya pikirkan apa yang harus saya lakukan kedepannya, itu saja. Sisanya Tuhan yang akan kerjakan..
Tentang kekecawaan
Tentang kepercayaan yang begitu mudahnya ia khianati
Tentang kepedulian
Tentang rasa ketika saya benar-benar tulus lalu dianggap seperti tidak pernah malakukan kebaikan apapun
Saya memafkan, begitulah yang saya katakan. Bahkan sudah saya tanamkan pada diri saya jauh sebelum saya menulis ini. Bahwa ketika saya sakit karena kecewa dan semua keburukan saya harus bisa memaafkan, setidaknya memaafkan diri sendiri atas segala kesalahan kerana kebodohan saya.
Jujur, saya sangat sedih.. Saya sudah berusaha untuk terus memposisikan diri di sebaik-baiknya posisi untuk teman dan semua orang terdekat saya, tapi nyatanya adalah saya telah dikecewakan. Tidak habis pikir memang, tapi apalah yang mau dikata jika memang seperti itulah faktanya. Saya sangat kecewa dengan sikap teman-temannya saya..
Beberapa hari bahkan bulan sudah berlalu.. Mungkin mereka lupa atas apa yang sudah mereka perbuat, tapi saya sampai detik ini tidak pernah terlepas dari sakitnya dikecewakan. Seperti terus membawa bara api dalam genggaman, setiap saat.
Saya memaafkanmu, jadi pergilah karena saya akan bangkit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar