Minggu, 06 Maret 2016

BERAKHIR SEPERTI APA?

Entah bagaimana semua ini terjadi
entah seperti apa awalnya; entah
entah apa yang sudah ku lakukan hingga semuanya terasa seperti bulan penuh yang dilempari batu kemudian setengah terbelah

Bagian lain mengatakan; aku merindukanmu, sungguh
bagaian yang lainnya lagi mengatakan; tidak, ini salah

Bukan karena dipencarian aku menemukanmu, bukan, bahkan untuk  itu tidak ada alasan sejenisnya. Tapi apa yang kita jalani inilah yang terkutuk.. Kadang ini semua ingin ku tanyakan langsung kepada Tuhan.
Kita sudah bermain, dan benar saja, aku menikmatinya, semuanya termasuk konsekuensinya.

Disisi lain, jika harus bicara soal cinta aku yakin inilah cinta sesungguhnya. Karena ketika kebanyakan orang baru membaca saat itu kita sudah mengerti, sudah saling menjaga, tidak melihat status dan tentu saja  tidak seperti kebanyakan orang yang duduk  berdua di beranda yang sama kemudian saling melempar si merah berbentuk bulan yang setengah. Karena kitalah cinta itu..

...Tapi, akhir-akhir ini semuanya berbeda. Entah apakah hanya aku yang merasakannya; entah
Yang pasti semuanya ku tahu berawal indah, dan bagaimana akhirnya nanti aku harus siap. Karena memang pada dasarnya kita sudah memulai sesuatu yang salah.
Tapi meskipun begitu aku tidak pernah mengingikan akhir yang pada akhirnya akan membuat kita terluka..

Kamis, 25 Februari 2016

Terimakasih

Terimakasih sudah mau bertemu dan berteman denganku..

Terimakasih, karena setiap hari setalah perkenalan itu kamu sudah mau membalas semua pesan chat yang ku kirim..

Terimakasih, karena setiap aku malu untuk mengucapkan selamat pagi, siang, dan malam, terimakasih karena kamu sudah mengucapkan lebih dulu..

Terimakasih atas apa yang sudah kamu janjikan..

Terimakasih karena kamu berani menjalin hubungan denganku..


Terimakasih, aku terkadang bersikap kasar dan kamu memaafkanku..

Terimakasih, karena kamu sudah merindukanku..

Terimakasih karena kamu mengizinkanku membalas rindumu..

Pertemuan kedua, ketiga, dan selanjutnya.. Terimakasih karena sudah berani memutuskan untuk mengambil langkah serius denganku.. Terimakasih

Maaf, aku tidak menuntut apapun darimu. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa setelah itu terjadi, hari itu aku menyukaimu..

Terimakasih untuk segalanya, semoga apa yang kamu harapkan dapat sejalan denganku hingga kita berdua kelak akan menggapai harapan itu bersama-sama. Amiin

Kamis, 04 Februari 2016

ZHI YOU WO ZHI NI SHI NAN DE WO YE AI



..Hmmmm, entah apa namanya ini. Bagaimana rasanya, entahlah. Tapi yang pasti sesuatu 
yang besar berada di dalam ini. Jiwa yang entah apa, hati yang entah bagaimana bekerja, kalbu yang mungkin sangat lembut, semuanya nyata terasa seperti sedang berjalan bersama-sama, membujuk untuk percaya bahwa cinta itu nyata adanya. Dan jika ini terungkap maka saya harus yakin bahwa semua akan baik-baik saja..
Saat ini, cinta yang saya tau masih begitu sulit.. Tapi dibalik itu ada sesuatu yang membuat saya merasa begitu spesial. Hmmmmm?
Menahan-nahannya, menyeangkan! Ada begitu banyak perasaan yang membingungkan dan  tidak bisa dijelaskan.
Setiap malam disaat akan tidur sesuatu yang aneh selalu berhasil menarik perhatian. Di atap sana saya menatap, di langit-langit kamar.
Pagi yang dingin, pikiran-pikiran kotor mulai bermunculan hingga pada tarikan nafas dalam yang pertama dihirup, semuanya berakhir penuh bunga.
Panas yang menyengat, jam-jam sibuk semua orang berlalu lalang, lagi-lagi entah mengapa mereka semua terlihat tidak normal. Sayalah yang baik-baik saja, mereka semua gila.
Sore hari ketika melihat ke garisan yang nampak berwarna jingga, saat itu pasti ada ketenangan, kegembiraan karena hampir berhasil melewati hari dengan tidak ada kekhawatiran samasekali.
Kegelapan, disanalah sebenarnya teman hingga terlelap dan harus berhadapan dengan hari esok.
Hmmmmm, cukup menyenangkan jika kita tau cara menikmatinya.. Keanehan yang ditakdirkan hanyalah bentuk kecil dari kasih sayang Tuhan untuk kita, saya pribadi dan kamu. Nikmatilah..

Hmmmmm, entah bagaimana ini bermula.. Yang jelas saat saya ingat saya sudah seperti ini. Tidak pernah bisa menjelaskan tapi sedikit tindakan pasti dapat menggambarkan. Siapa saya dan untuk apa saya..
Hari-hari berlalu dan sampai saat ini saya baik-baik saja, walaupun sebenarnya ada hasrat ingiin memiliki tapi saya yakin saya mampu melawannya. Dan ngomong-ngomong masalah rasa, apakah ada yang tau bagaimana rasanya?
Diatas sudah saya jelaskan bahwa rasanya cukup aneh dan sulit untuk dijelakan. Bisa menjadi penderitaan karena bisa menyiksa, namun bisa juga sebaliknya, yaitu bisa menjadi kesenangan tanpa batas. Hanya jika tau cara bersyukur..
Apa yang akan dihadapi, apa resikonya, semuanya sudah jelas.. Tidak perlu menyibukkan diri agar orang sekitar bisa menerima, tapi biarkanlah semuanya terjadi sesuai skenario dan biarkan cinta yang bekerja.
Cinta begitu kuat, hanya cinta kitalah yang kuat, cinta tertangguh yang pernah ada sepanjang sejarah. Yang tidak ada batas, tidak ada alat untuk mengukur kadarnya, karena cinta kita adalah kejujuran..

Tidak perlu memikirkan apa yang akan dilakukan besok, minggu depan, bulan depan, dan tahun depan. Nikmati saja detik ini.. Biarkan semuanya terjadi dan tutuplah kedua telinga jika perlu.. Karena cinta ini tidak perlu mendengar, cinta hanya perlu melihat ke depan bahwa ada sosok yang akan selalu memberikan kebahagian tak terbatas. Karena telinga hanyalah salah satu indra yang lemah, seseorang bahkan sekelompok orang bisa menghancurkan cinta melalui itu, jadi tutuplah. Rasakan saja dan lihat apa yang dimiliki.. CINTA! Dia berada di hadapan, sedang tersenyum tanpa rasa kaku sedikit pun..
ZHI YOU WO ZHI NI SHI NAN DE WO YE AI

Rabu, 30 Desember 2015

2015

Pergantian tahun akan segera tiba, yups, tidak terasa selama satu tahun kebelakang saya sudah mengalami begitu banyak kejadiaan yang kebanyakan membuat saya hampir gila.

Kehilangan sahabat,
mendapatkan teman baru kemudian dilupakan,
merasakan kehangatan dari seseorang yang begitu spesial lalu ditinggalkan,
hmmmm,
menelan banyak kebohongan dan menutupi kejujuran, and many more.
Tapi tidak, bukan itu yang akan saya ceritakan disini, melainkan about love. Yeah I think so..
Saya mulai mengingat....... Tidak ada yang begitu menarik untuk dibahas disini kecuali pada akhir oktober bulan lalu.

Bulan itu adalah akhir oktober 2015, saat itu adalah saat ketika hasrat cinta saya benar-benar sedang diuji, saya dipertemukan dengan seseorang yang membuat saya separuh mati ketika dia menikamkan penolakan setelah saya sudah mengorbankan segalanya termasuk uang. Berhari-hari saya menderita karenanya, berhari-hari saya berada dalam kekalutan yang parah hingga saya memutuskan untuk sedikit menjadi nakal dan mencari seseorang yang bisa menggantikan posisinya.
Waktu yang berubah gelap, setiap jam pada saat itu rasanya adalah api, dan hingga saya menemukannya, ya, pengganti. Saya bangkit!
Saya berikan kepada sang pengganti itu gelar malaikat, karena saya pikir memang pantas ia gelar sebab ia adalah sang penyelamat, penyembuh rasa sakit dari seseorang yang sudah menjatuhkan saya serendah-rendahnya.
Hari-hari berlalu begitu saja dan tanpa sadar rasa sakit yang saya rasakan hampir tidak saya rasakan lagi, dan karena itu saya harus berterimakasih kepadamu oh my angel. Engkau adalah sebenar-benarnya penyalamat pada waktu itu.. Tapi walaupun begitu, maafkan saya wahai malaikat karena saya sudah terlanjur bersumpah untuk terus berjalan dan mencari orang-orang baru tanpa henti, saya sudah terlanjur memutuskan untuk tidak pernah bermain dengan perasaan lagi. Dan karena itulah saat ini saya menjalin begitu banyak hubungan dengan beberapa orang yang berbeda. Maaf dan terimakasih, saya akui engkau sudah banyak membatu wahai malaikat tapi engkau harus tahu bahwa saya sudah terlanjur rusak, dan engkau juga harus mengerti keadaan ini dan percayalah bahwa masih ada sisi baik dari saya yang belum tersentuh oleh siapapun.

Entah sampai kapan saya akan seperti ini, ya sudahlah.. Lagipula hari-hari baru mau tidak mau akan saya jalani. Hmmmm, sebenarnya saya sudah terlalu menikmati.. Bayangkan saja, dalam 1bulan yakni di bulan November saja saya sudah dekat dengan 3orang sekaligus dan dalam waktu yang sama. And now Desember pun akan berakhir.. Dan asal tahu saja, saat ini tidak lagi 3 orang melaikan sudah lebih dari 5 orang yang statusnya sudah saya ikat kuat dan itu juga termasuk engkau wahai malaikat. Damn! I love them.. Saya benar-benar sudah menikmati semuanya dan saya benar-benar bahagia karena itu.. Really!

Satu yang saya khawatirkan adalah tentang pribadi saya ini, saya takut kelak saya tidak dapat lagi menggunakan perasaan dan akan terus-teruskan bermain. Resikonya adalah dengan atau tanpa sengaja saya akan menyakiti banyak orang.. Dan yang pasti semakin lama maka saya akan semakin over, menjadi sosok yang mengerikan dan kemudian akan dihukum karena saya sudah bermain-main dengan cinta.
Oh, god.. Help me with my problems, i dont want to be like this.. Please, help me!



Jumat, 20 November 2015

TOLONG, JANGAN JAUHI SAYA.

Saya bingung, entah apa yang harus saya tuliskan disini. Rasanya ingin sekali saya menuliskan namamu, memenuhi layar berukuran 14" milikku ini.
Sebenarnya saya sangat marah atas apa yang sudah terjadi. Memecah bukit yang tidak jauh dari rumah, menguras laut diujung komplek perumahan yang membosankan ini, saya ingin meluapkan semuanya, emosi yang sudah berkobar seharian ini. Tapi apalah daya, saya lemah..
Malam sudah mulai pergi, langit mulai memuntahkan cahayanya, angin pun mulai berhembus dingin yang menandakan waktu fajar akan segera tiba. Tapi bagaimana dengan saya?
Saya dipenuhi kebingungan, hati masih setia bersembunyi dibalik kekalutan yang memuakkan. Saya harus bagaimana? Tolong bantu saya, kawan..
Sehari dan beberapa hari sebelumnya saya bisa mengatakan saya baik-baik saja, tapi tidak untuk hari ini karena saya sangat berantakan sekali. Bagaimana dengan besok? Saya bisa saja mati!
Menghibur diri dengan banyak koleksi lagu_lagu manis di handphone saya, membalas banyak daftar chatting yang masuk dengan candaan, saya melakukannya seharian hanya agar saya terlihat baik-baik saja dan tidak tengah mengalami guncangan.
Oh, Tuhan.. Saya bukan manafik! Saya tidak bisa menutupi ini.. SAYA TULUS, SAYA MENARUH IBA TERHADAPNYA, SAYA MENGANNGGAPNYA SUDAH SEPERTI SAUDARA SAYA SENDIRI. Saya ingin dia bahagia tanpa harus mengorbankan apapun.. Biarlah saya yang menderita.. Saya tau, Tuhan.. Dia tidak ingin dikasihani, tapi tolong buat dia mengerti bahwa saya tulus.
Tapi apa yang terjadi? Dia salah mengartikan semuanya.. Padahal saya sangat tulus ingin membantu, mencari jalan keluar hingga dia benar-benar bisa terbebas dari pahitnya dunia yang sebenarnya sudah saya rasakan.
Saya sedih.. Apa kesalahan yang sudah saya lakukan? Oh, my bro.. Please 4give me, i just want u to be aware. and I never wanna hear u say; "begitulah adanya.."

Saya tidak pernah melarangmu untuk melakukan apapun. Saya juga tidak pernah membatasi ruang gerakmu. Karena saya tau diri sepenuhnya.. Saya manusia hina lagi berdosa, manusia kotor lagi bodoh, jadi saya mohon mengertilah.. Jangan perlakukan saya seperti ini!
TOLONG!
Saya lemah, jika terus-terusan seperti ini maka saya bisa mati..

Saya sudah cukup sakit, bagaimana mungkin kau bisa melalukan ini?
Saya bingung, sungguh.. Jadi bisakah kau jelaskan semuanya? Alasan kenapa kau ingin menjauhi saya..

Apakah saya tidak cukup pandai untukmu?
Apakah saya tidak cukuup kaya bagimu?
Apakah saya salah jika saya menaruh perhatian lebih terhadapmu?
Apakah saya terlalu hina hingga saya tidak boleh menerangimu?
Apalah benar jika saya ini kau anggap manusia murahaan?
Jelaskan!

Saya akan menerima semuanya.. Saya akan berusaha untuk mengerti apapun keadaannya.
Tapi meskipun begitu, tolong jangan jauhi saya.
Saya juga mohon mengertilah bahwa saya memang sakit. Meskipin demikian tapi saya tidak berharap untuk sembuh, karena saya akan menikmati ini untuk waktu yang lama dan mungkin tak terbatas apapun.
Maaf..

Rabu, 11 November 2015

SAYA MAAFKAN ; dan SAYA KECEWA

Sebelumnya tidak ada yang perlu diingat untuk beberapa bulan maupun tahun kebelakang. Saya rasa cukup saya pikirkan apa yang harus saya lakukan kedepannya, itu saja. Sisanya Tuhan yang akan kerjakan..

Tentang kekecawaan
Tentang kepercayaan yang begitu mudahnya ia khianati
Tentang kepedulian
Tentang rasa ketika saya benar-benar tulus lalu dianggap seperti tidak pernah malakukan kebaikan apapun

Saya memafkan, begitulah yang saya katakan. Bahkan sudah saya tanamkan pada diri saya jauh sebelum saya menulis ini. Bahwa ketika saya sakit karena kecewa dan semua keburukan saya harus bisa memaafkan, setidaknya memaafkan diri sendiri atas segala kesalahan kerana kebodohan saya.
Jujur, saya sangat sedih.. Saya sudah berusaha untuk terus memposisikan diri di sebaik-baiknya posisi untuk teman dan semua orang terdekat saya, tapi nyatanya adalah saya telah  dikecewakan. Tidak habis pikir memang, tapi apalah yang mau dikata jika memang seperti itulah faktanya. Saya sangat kecewa dengan sikap teman-temannya saya..

Beberapa hari bahkan bulan sudah berlalu.. Mungkin mereka lupa atas apa yang sudah mereka perbuat, tapi saya sampai detik ini tidak pernah terlepas dari sakitnya dikecewakan. Seperti terus membawa bara api dalam genggaman, setiap saat.

Saya memaafkanmu, jadi pergilah karena saya akan bangkit.

Selasa, 30 Juni 2015

Saya sakit, jadi saya diam..

Saya ingat beberapa tahun yang lalu saya pernah direndahkan, sebelumnya saya sudah pernah merasakannya tapi yang itu sungguh yang paling buruk. Saya bingung, manusia macam apa dia?
Bagaimana bisa dia mengucapkan kata-kata yang begitu menyaktkan?
...hmmmm, mungkin saat dia mengatakan sesuatu yang buruk iitu hatinya sedang ia tinggalkan jauh dibelakang rumah. Entahlah..
Lebaran tiba, saat itu saya ingat jalas dulu ada salah seorang teman yang mengajak saya berkunjung ke rumah orangtua dari pemilik mulut kotor itu. Silaturrahmi, yaa saya menerima ajakannya..
Setibanya di rumah orangtua si mulut kotor, yang saya ingat saat itu saya tidak banyak berbicara. Bahkan hidangan yang dihidangkan saat itu-pun tidak saya sentuh sedikitpun. Berdosakah saya?
Saya terlalu sakit untuk memaafkan, tapi walaupun begitu saya tetap berterimakasih kepada Tuhan bahwa sungguh ia sudah memberitahu saya siapa mereka sebenarnya sebeleum ia memberitahu teman-teman saya yang lain.
Saat itu sebenarnya saya sangat malu pada diri saya sendiri, berjam-jam duduk di satu ruangan yang sama tanpa berbicara. Saya menundukkan kepala dan berkelana mengikuti apa yang ada dipikiran saya; kosong,. mungkin saat itu semua orang yang ada disana termasuk teman saya berpikir bahwa saya adalah tipe orang yang benar-benar pemalu, jadi wajar jika saya bersikap seperti itu..
Padahal kenyataannya saya sudah teralu kecewa dan sakit hati..

Beberapa tahun sudah berlalu, tapi kejadian yang begitu menyakitkan saya dulu tidak pernah bisa saya lupakkan..
Sekarang, jauh dari rumah dan keluarga saya bertahan. Terus mencoba mematahkan apa yang sudah orang-orang katakan. Sebenarnya saya ingn pulang, tapi saya takut saya akan sakit lagi, lalu mati..

Disini, ditempat yang sebenarnya tidak saya inginkan ini saya dipertemukan lagi oleh Tuhan dengan si pemilik mulut kotor.. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak pernah suka apapun yang dia ucapkan, bahkan ketika ia memanggil nama saya sekalipun.
Sebisanya saya selalu menghindar, membiarkann banyak orang menngira-ngira bahwa saya sombong lagi angkuh. Tapi sebenarnya tidak, saya hanya mencoba untuk melupakan apa yang sudah pernah dia lakukan kepada saya.

Oh, Tuhan.. Biarkan mereka tau apa yang sebenarnya sudah saya alami.. Tentang kesakitan ini ketika saya harus menyimpannnya jauh dari banyak telinga yang sebenarnya perlu mendengarnya.


Selasa, 23 Juni 2015

MUHASABAH CINTA ORANGTUA

Ya Allah, bagi-Mu segala puji
Ya Allah, bagi-Mu segala puja
Ya Allah, bagi-Mu kami persembahkan kesyukuran, keindahan, cinta, dan segalanya untuk-Mu...
Ya Allah, sampaikanlah shalawat dan salam kami kepada teladan kami, kekasihmu, Rasulullah saw...
sampaikan juga kepada keluarga, para sahabat beliau...
dan jadikan kami sebagai pengikut beliau yang kelak berjumpa dengan beliau di surga-Mu...

Ya Allah, ya Al-Ghafar ya Ar-Rahim, wahai Zat yang Maha Pengampun dan Penyayang...
Ampunilah dosa kami dan dosa kedua orangtua kami,
sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyayangi, mendidik, merawat kami sewaktu kecil, saat ini dan selama-lamanya...
Ya Allh, Engkau Maha Mengetahui, betapa diri ini tak mampu membalas jasa, perjuangan dan cinta orangtua kami...
Maka hanya Engkau yang paling mengerti membalas kedua orangtua kami...
Hanya kasih sayang-Mu yang kuasa membalas kasih sayang mereka...

Ya Ar-Rahman ya Ar-Rahim, kami akui, kami tidak seperti yang Engkau perintahkan dalam ayat-ayat-Mu...
Ya Allah, kami mengakui, betapa kami biasa tidak pandai berterimakasih kepada  orangtua kami...
Tidak pantas menyulam ikatan cinta kepada mereka...
Tak sesuai melukis kasih sayang untuk mereka...

Tak berarti mempersembahkann kebaikan kepada mereka...
Tak ada daftar berarti dari kebaikan, bakti kami kepada mereka...

Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, mampukanlah kami selalu merendahkan suara kami bagi mereka,
Kuasakan kami dapat mempercatik tutur kata kami di depan mereka, seperti yang Engkau perintahkan, bahkan sampai ada kata ''ah'' untuk mereka...
Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, sebagaimana Engkau lembutkan hati para Nabi, lembutkanlah hati kami untuk mereka...

Waha Zat yang tidak ada susah untuk-Mu, lunakkanlah sikap kami terhadap mereka...
Tundukkanlah kepongahan kami di hadapan mereka...
Matikanlah kesombongan kami keada mereka.. dan
Lembutkanla hati kami untuk mereka...

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami balasan yang terbaik
Atas kesabaran didikan mereka kepada kami...
Atas ketekunan merawat kami...
Atas air mata yang dicucurkan atas kenakalan kami..
Atas kasih sayang yang mereka limpahkan kepada kami..
Kami mohon ya Allah, balaslah dengan pahala yang besar
Peliharalah mereka sebagaimana mereka memelihara kami...
Jaga mereka dari kejahatan setan dan makhluk-Mu...

Ya Allah, ampunilah kami...
Yang membalas kasih sayang mereka dengan beban perintah dan tuntutan
Padahal sudah rapuh pundak mereka memikul beban,
Yang membalas didikan mereka dengan makian dan teriakan
Padahal telah keriput jasad mereka memikirkan kami
Yang membalas mereka dengan acuhan dan ketidakpedulian
Padahal mereka butuh cinta, butuh apresiasi, butuh ceria, canda dan tawa

Ya Allah, sadarkanlah nurani dan pikiran kami...
Kala harus pergi meninggalkan mereka
Untuk selalu ada rindu pulang untuk mereka
Terangkan dan sejukkanlah jiwa kami
Kala menerima harap dan permintaan mereka
Untuk selalu memenuhi dengan tulus ikhlas
Kuatkanlah tekad kami...
Kala mereka sudah tak kuat menannggung hidup...
Untuk selalu ada di samping mereka...
Tundukkanlah kepala kami...

Kala kami merasa besar, merasa sukses
Untuk  bersimpuh di telapak kaki mereka
Karena surga di bawah telapak kaki mereka

Ya Allah, jadikalah mereka ridha,  sehingga Engkau ridha
Jadikanlah mereka cinta kepada kami, sehingga lahir keajaiban-keajaiban-Mu
Jadikan mereka ikhlas kepada kami, sehingga bermunculan sukses karunia-Mu
Jadikanlah mereka tersenyum kepada kami, sehingga bersemayam karunia hidup bahagia dari-Mu
Jadikanlah mereka bangga kepada kami, sehingga berpamitan tak kembali dari kami murka-Mu
Jadikan mereka senang dengan kami, sehingga nikmat kami ditambah oleh-Mu
Jadikan mereka separuh kami, sehingga bersama kami payung rahmat dan inayah-Mu

Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, mohon dengan sangat, mohon dengan asmu-Mu yang agung dan sempurna...
Kabulkanlah do'a kami..

...Amin

Senin, 22 Juni 2015

LEBARAN IDUL FITRI; Antara bayangan rumah limas dan sesuatu yang enggan saya patahkan

Bagaimana bisa selama ini saya bertahan, entahlah..
Saya rasa ada sesuatu yang saya terus bangun disini agar tetap tegar, setidaknya agar terlihat kuat dengan segala rasa rindu yang ada.
Tentang waktu ketika semangkuk sup hangat yang saya nikmati di pagi hari selepas subuh; ada kebersamaan yang hangat lagi penuh kegembiraan menyambut pagi nan penuh berkah.
Tentang iring-iringan langkah kaki menuju tempat dimana gema takbir dikumandangkan; semuanya, wajah yang berseri-seri berkumpul disana, aula dan beranda masjid yang sedikit sempit namun penuh kelapangan.
Tentang sajadah ketika sapu tangan tertinggal di samping bantal semalam; selalu saja sajadah, menutup dan yang menyembunyikan segala keharuan, membuat diri tegar namun beberapa yang peka tetap tidak bisa dibohongi.
Tentang jabat tangan; yang saya buru pertama kali adalah tangan-tangan layu lagi rapuh, seolah ayahlah pemiliknya dan saya menjabat dan menciumnya penuh hormat.
Tentang perjalanan menuju rumah selepas melakukan ibadah, selalu saja ibu-lah yang tiba terlebih dalu; ketika saya tiba, saat itulah momen dimana saya akan berjabat tangan dengan wanita termanis yang tuhan ciptakan untuk saya. Saat itu pasti ada air mata yang pura-pura tidak saya lihat..
Oh, Tuhan.. Begitu kacaunya perasaan saya saat ini...

Saya ingin pulang di lebaran tahun ini, saya ingin selalu merayakannya bersama keluarga dan teman-teman saya. Tapi ada alasan yang tidak bisa saya sebutkan mengapa saya bertahan disini..
Hari ini adalah hari kelima saya berpuasa di bulan ramadhan tahun ini, rasanya cukup menyakitkan ketika saya harus melaksanakan ibadah sahur dan berbuka seorang diri, jauh di perantauan. Namun bukan saya namanya jika saya tidak bisa mengatasi ini.. Saya tau engkaulah Tuhan yang selalu merencanakan hal-hal baik dan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan, itulah sebabnya saya bisa bertahan selama ini..
Tapi meskipun begitu saya tetaplah manusia biasa, ketika saya harus dihadapkan dengan rasa rindu yang teramat maka saya akan menangis. Mengingat satu persatu wajah yang jauh dari pandangan..
Satu lagi, sebenarnya tahun ini saya ingin sekali bertemu dengan salah seorang teman saya yag ada di kampung halaman saya, yakni Palembang. Kabarnya sekarang dia tengah sibuk, ada yang mengatakan dia sedang barada di luar kota, beberapa mengatakan dia berada di Jambi. Entah..






Senin, 11 Mei 2015

KAKEK, MAAFKAN SAYA..


...Kakek adalah pendengar yang baik, pendongeng yang baik, dan yang paling penting beliau adalah sahabat yang paling tulus yang Tuhan kirimkan
...Beliau selalu ada untuk tertawa dan bermain bersama cucunya dan bahkan bisa menjadi badut hidung merah jika cucunya meminta
...Kakek adalah sumber dari segala saran; bijak, Berkat usia dan pengalaman
...Dan satu hal yang pasti, cinta kakek adalah harta terunik yang tidak akan pernah terlupakan oleh cucunya. Waktu yang dihabiskan bersama kakek berubah menjadi kenangan berharga yang dilestarikan dalam hati, selamanya ..

TAPI
Bagaimana dengan saya, kek..?
Saya cucumu juga kan, kek..?
Tapi kenapa waktu itu saya samasekali tidak mengenalimu? Saya yang bodoh atau karena engkau yang memang tidak pernah mencoba untuk memberi tahu namamu, bahkan sejak saya masih di kandungan ibu? Berbisiklah, kek.. Bisikkan saja jika memang pada saat itu engkau malu pada nenek yang saat itu engkau ceraikan.

Salah saya apa, kek..?
Bukankah saya cucumu juga, kek..?
Tapi kenapa pada hari ketika saya hampir dewasa saya baru mengenalmu? Saya yang egois atau karena engkau memang tidak pernah mencoba untuk memeriksa keadaan saya, bahkan sejak saya dilahirkan? Katakan,kek.. Agar saya bisa lebih memafkanmu yang sebenarnya sudah saya anggap meninggal belasan tahun yang lalu.

Saya sudah dewasa, kek..
Entah ada berapa banyak cerita bahagia dan haru yang belum engkau dengar dari saya
Entah sudah berapa lama saya berbaring sendiri memecah segala katakutan
Entah pada titik mana saya bertahan dan menyerah ketika saya berhadapan dengan banyak masalah
Entahlah, saya pikir selama ini saya baik-baik saja tanpamu. Jadi pergilah, kek.. Saya sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Keadaan yang mengharuskan saya untuk tetap berjalan dengan dangan satu kaki dan seberat-beratnya beban.

Rasanya saya sudah benar-benar dewasa..
Ada banyak cerita yang saya dapatkan dari ibu, tentangmu. Sebagian mengharuskan saya membencimu dan beberapa bagian kecil lainnya memberitahu saya tentang cara memaafkan.
Beberapa bulan yang lalu engkau meninggal, ibu yang memberitahu saya. Saya tahu waktu ibu berbicara pada saya lewat telepon, ibu sangat sedih. Tapi saya penasaran, kira-kira selama ini apakah engkau merasa kehilangan juga kek? Kehilangan istri dan seorang putri yang cantik..
... Yahhh walaupun sebenarnya saya tahu engkau memang membuang mereka, saya pun kau buang kan?

Tapi ya sudahlah.. Saya yakin nenek sudah memaafkanmu, bahkan sebelum ia meninggal. Ibu juga, ia pasti selalu mendoakanmu, sama seperti saya yang sekarang tidak pernah melupakan al-fatihah untukmu.
Semoga Allah swt mengampunimu dan memberikan surga untukmu. Amin..

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.